Thank You

Saya percaya bahwa kemuliaan Allah ada pada kemuliaan manusia dalam relasinya dengan kemuliaan semesta. Tidak ada jalan untuk memuliakan Allah selain memuliakan manusia dalam semestanya. Ini memang mengistimewakan manusia, sebagai makhluk berpikir, tetapi tidak menempatkannya sebagai penguasa semesta. Panggilan manusia untuk menaklukkan bumi (bdk. Kej 1,28) perlu dibaca dalam konteks merawatnya (bdk. Kej 2,15). Maka, jika angka manusia ini bergerak menuju 9 milyar, sebaiknya sih diperlambat pertumbuhannya supaya bumi tidak kewowogen menanggung beban 9 milyar manusia nan rakus itu. Maksudnya, jika orang bercita-cita memperbanyak keturunan, katakanlah lebih dari tiga, entah apa alasan dan hidden agendanya, cita-citanya pantas diwaspadai supaya tidak bertentangan dengan panggilan merawat bumi itu (berlaku juga untuk yang tak berketurunan sih).

Peringatan wajib orang tua Maria dalam liturgi Gereja Katolik hari ini tentu saja tidak dimaksudkan sebagai formalitas agama dalam membangun kesalehan pengikutnya. Ini adalah soal merefleksikan bagaimana akar-akar sejarah keselamatan dari Allah itu terbangun: tidak mak bedunduk nongol keselamatan, tetapi secara gradual, ada persiapannya. Yoakim dan Anna termasuk dalam lingkaran dekat persiapan itu dan pantaslah mereka disebut berbahagia karena melihat momen-momen yang diimpikan para pendahulu mereka.

Kami pernah dijamu oleh seorang chef berkaliber internasional dengan pengalaman di Eropa dan Australia dan masakannya memang ciamik tenan. Kami tentu saja senang (meskipun ketar-ketir karena anggaran makan kami pasti takkan mencukupi untuk membayar sajian menu dahsyatnya), dan sang chef ini juga kelihatan gembira sekali bahwa menunya mendapat pujian setinggi langit. Ia pantas bergembira karena ia memang melihat kami puas dan gembira karena sajian makanannya.

Meskipun demikian, kegembiraannya itu bukannya tanpa persiapan. Selain bahwa dia sudah bertahun-tahun belajar memasak dan bekerja di restoran mancanegara, sang chef ini didukung oleh semesta: karyawannya, tukang jual gas, sopir, petani, importir, PLN, pemda, kucing, dan seterusnya. Dalam sesuap pasta itu barangkali ada sekitar sepuluh pangkat sekian orang yang berperan dan seratus pangkat sekian makhluk yang terlibat. 

Ada elemen semesta yang taken for granted yang sebetulnya tanpa dia seluruh dukungan semesta itu hancur: oksigen alias O2. Chef ini mendapat oksigen secara gratis [siapa juga yang kuat membeli oksigen untuk keperluan bernafasnya sehari-hari?]. Dari mana oksigen ini ya? Secara natural ya dari tumbuhanlah. Kok bisa-bisanya manusia mau menempatkan dirinya superior dari tumbuhan, dengan penebangan pohon sewenang-wenang, pembakaran hutan ya?

Bisakah orang melihat makhluk lain sebagai bagian dari semesta yang mendukung kehidupannya [dan berterima kasih karenanya]? Atau malah menjadikannya mangsa, mentang-mentang mereka tak bisa berpikir atau tak bisa bergerak? Ini berlaku bukan hanya bagi penebang mohon atau pemilik industri tambang atau pegiat senjata nuklir, melainkan juga bagi seluruh umat manusia, ateis maupun teis. Kepercayaan kepada Allah, sebenarnya ya sesederhana itu: bahkan elemen yang taken for granted itu adalah elemen yang pantas disyukuri sebagai infrastruktur keselamatan Allah. Orang ateis tidak mensyukurinya, ya monggo saja, please feel free. Pokoknya, tak bisa disangkal bahwa orang bernafas karena ada pasokan oksigen dan manusia bukan pencipta oksigen, cuma admin.

Semoga semakin banyak orang jadi admin yang baik. Amin.


PERINGATAN WAJIB ST. YOAKIM DAN ANNA
(Rabu Biasa XVI A/1)
26 Juli 2017

Sir 44,1.10-15
Mat 13,16-17

Posting Tahun 2016: Jadi Ortu Bersyarat
Posting Tahun 2014: Perlu Hari Orang Sakit?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s