Part-Time Lover

Jangan tanya kenapa teks bacaan hari ini memicu kemunculan kata ‘sontoloyo’ di kepala saya. Ini memang isinya celaan terhadap orang-orang yang tak mau bertobat: mereka yang tak solider dengan kepentingan bersama, mereka yang cuma cari enak sendiri dan tak mau bertanggung jawab manakala azab datang, mereka yang pura-pura tak sengaja membuang sampah di stasiun nan bersih, mereka yang tabrak lari, mereka yang korupsi, dan seterusnya. Bisa dibuat litani untuk para sontoloyo.

Akan tetapi, segera setelah membawa para sontoloyo itu dalam doa-doa kita, bisa jadi kita sadar akan kualitas hidup kita sendiri yang tak lebih dari part-time lover. Ini judul lagu yang populer di awal tahun 1986 (di manakah Anda?), yang waktu itu saya benar-benar tak mengerti liriknya; saya bukan pecinta lirik rupanya. Sekarang pun saya juga belum tahu liriknya; bisa ditanyakan pada Mbah Gug-Gugel sih, tapi saya ogah. Dalam benak saya memang muncul part-time lover itu ketika menjumpai para sontoloyo yang tak mau bertobat itu.

Entah bagaimana, saya semakin yakin bahwa iman seseorang itu berbanding lurus dengan cintanya (cinta macam apa yang tentu Anda tahu maksud saya, bukan yang itu, yak… yang sebelah kanannya). Bisa jadi orang yang tak bisa sepenuh hati beriman, cintanya juga tak sepenuh hati, dan sebaliknya. Maka, kalau orang tak mau bertobat, itu tak lebih dari orang yang cuma mengejar egonya sendiri; ukuran baik buruknya, ukuran mana tujuan dan sarananya cuma dia sendiri tanpa sedikit pun mempertimbangkan suara orang lain. Saya tak ingat apakah ini ada di al-Quran atau hadits Nabi: sebelum mengambil keputusan, mintalah second opinion dari orang lain. Bisa jadi Allah membisikkan suara-Nya lewat orang lain itu.

Tapi dasar sontoloyo, tentu gak butuh mendengarkan orang lain. Sontoloyo itu meletakkan kebenaran absolut dalam dirinya dan orang seperti ini tak bisa menjadi full-time lover dan, itu tadi, tak bisa juga jadi orang beriman sungguh-sungguh. Beriman ya sejauh dianggap membawa keuntungan pribadi. Dasar sontoloyo.

Ya Tuhan, mohon rahmat kerendahan hati supaya kami senantiasa mampu bertobat alih-alih jadi ‘sontoloyo’. Amin.


JUMAT BIASA XXVI A/1
6 Oktober 2017

Bar 1,15-22
Luk 10,13-16

Jumat Biasa XXVI C/2 2016: Bukit Berduri
Jumat Biasa XXVI A/2 2014: Protes Tuhan? Silakan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s