Cari Apaan Sih Lu?

Pada zaman sekarang ini hal-hal teknis apa saja bisa ditemukan di dunia daring. Apa yang ada di luring (luar jaringan) bisa divlogkan, mulai dari teknik sabit rumput sampai sanggul rambut, dari mengatasi kebocoran bensin sampai membuat telor asin, atau dari langkah penerbitan obligasi sampai pemanfaatan roti basi. Kalau belum ada, Anda bisa mengadakannya. Pokoknya, secara teknis, apa yang ada di luring bisa didokumentasikan dalam dunia daring sehingga sejauh orang terhubung dengan dunia daring, ia bisa memenuhi hasrat keponya tentang apa aja.

Akses pengetahuan yang cuma terbatasi koneksi jaringan ini, katanya, membawa dampak positif dan negatif. Kata saya, positif atau negatif, siapa yang tahu? Siapa yang punya tolok ukur menilai positif negatifnya? Bagi kepentingan siapa?
Institusi agama galau terhadap hal ini. Tentu, yang galau ya orang-orangnya, bukan institusinya. Orang-orang ini galau kalau-kalau orang mudanya punya akses tak terbatas terhadap dunia daring. Maklum, di situ terpaparkan juga aneka pengetahuan mengenai teknik kejahatan, pencurian, pembajakan, pornografi, dan sebagainya.

Menurut pendapatan saya yang tidak begitu besar (apa sih?), kenajisan datang dari dalam, bukan dari luar. Begitu juga masalah. Dulu dipopulerkan oleh Stephen R. Covey: masalah itu tidak di ‘luar sana’, tetapi dalam cara orang memandang permasalahan. Kalau begitu, membatasi akses dunia daring sama sekali bukan pemecahan masalah, melainkan jadi bagian permasalahannya sendiri. Maksud saya, kalau orang muda dibatasi aksesnya, pada masa pembatasan itu ia mesti dibekali kecakapan supaya caranya memperlakukan dunia daring bisa klop dengan arah hidup yang diharapkan darinya.

Maka dari itu, dua atau tiga tahun karantina masih bisa diterima, tetapi kalau karantina dari dunia daring itu berlarut-larut, itu hanya mengindikasikan kegagalan sesepuh dalam menularkan kerohanian yang sudah semestinya tak lekang waktu. Tentu saya tidak hendak menyalahkan pemuka agama saja, tetapi juga mempertanyakan orang mudanya sendiri yang selama masa pendidikan tak kunjung mampu menjawab pertanyaan “Lu mau cari apaan sih?”

Itu pertanyaan yang disodorkan dalam teks bacaan hari ini. Si Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada murid-muridnya sosok Yesus dan kedua murid segera mengikuti Yesus. Yesus bukannya menolak, tetapi ia benar-benar mempersoalkan “Ngapain lu ngikutin gue? Apa yang lu cari?” Mereka pikir jawabannya bisa diperoleh langsung entah via dunia daring atau luring. Akan tetapi, tidak begitu masbrow! Tadi sudah saya bilang kan bahwa yang bisa ditemukan dalam dunia daring itu hal-hal teknis?

“Apa yang kau cari dalam hidupmu” bukanlah soal teknis, takkan Anda temukan jawabannya dalam daring. Hambok Anda baca banyak literatur mengenai kepribadian, baca versodio.com sampai pongo, dengar motivator ulung berkali-kali, Anda takkan menemukan jawabannya di ‘luar sana’. Maka masuk akallah jawaban Yesus,”Come and see!” Datang dan lihat saja. Apa yang dilihat? Ya apa yang dihidupi, yang disasar, yang dijadikan proyek hidup guru yang diikuti itu.

Yohanes cool. Dia menjalankan tugasnya sebagai guru, dan membiarkan muridnya berguru kepada guru lain yang lebih besar, supaya menemukan apa yang sesungguhnya mereka cari, suatu misteri yang menuntut orang mengambil keputusan untuk terjun, nyemplung, melibatkan dirinya sendiri. Itulah iman, bukan teori. Semoga kita berani nyemplung. Amin.


HARI MINGGU BIASA II B/2
Minggu, 14 Januari 2018

1Sam 3,3b-10.19
1Kor 6,13c-15a.17-20
Yoh 1,35-42

Posting Tahun 2015: Dominus, wo bist du?

1 reply

  1. Hallo romo
    Lewat Sang Sabda akan menuntun kepada apa yg sesungguhnya di cari .. kebahagiaan sejati menuju dan menyatu kpada Yang Maha Segalanya karena lewat Sang Sabda Tuhan Nampak dan oleh karenanya manusia yg trtuntun dapat merasakan dan melihat Tuhan yang lepas dari kemilau duniawi, Tuhan yang lepas dari belenggu kekuatiran, ukuran kemunafikan kehidupan, ?? _come and see_.. ?? salam ..semoga saya tdk sesat😢😢😢

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s