Wanna be free and happy?

Kata tetangga saya yang ahli al’Quran, dalam Kitab Suci itu 117 kali muncul kata hukuman, sementara ampunan sebanyak 234 kali. Dari frekuensi kemunculannya saja rupanya pengampunan disebut dua kali lipat lebih banyak dari hukuman, tetapi entah mengapa orang lebih berfokus pada hukuman daripada pengampunan. Celakanya, bisa jadi malah orang beragamalah yang memopulerkannya: tidak move on dari hukuman, lebih mendewakan deterrence effect, menakut-nakuti orang dengan hukuman neraka dengan karcis terusan (akibat kopi setarbak) daripada mengupayakan pedagogi yang ramah ampunan (baik memberi maupun menerima pengampunan).

Salah satu indikasi menarik ialah teks yang disodorkan hari ini: Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah dipotong-Nya. Dulu saya merasa was-was mendengar teks itu karena segera merasa diri macet, bakat tak berkembang, tidak produktif, dan sejenisnya. Semacam bakal kena kutuk begitulah.
Sebetulnya memang ada benarnya sih. Kalau orang tak mengembangkan bakatnya itu, sampai pada taraf tertentu, hidupnya mêjên atau juga tumpul, tak memberikan gairah, hampa, dan sejenisnya. Akan tetapi, ketumpulan itu tak perlu dipersepsi sebagai hukuman dari Tuhan, apalagi diembel-embeli nanti di sono bakal disetrika atau dipukul pakai benda tumpul.

Selain itu, cara menangkap teks itu menyesatkan, seperti kaum fundamentalis yang sukanya memotong-motong kalimat seturut kepentingan ideologisnya. Kalimat lengkapnya begini: Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya supaya ia lebih banyak berbuah. Tak haruslah membayangkan perumpamaan itu hanya berlaku untuk pohon anggur. Juga dari pohon lain kita bisa mengerti bahwa ada kalanya bagian ranting tertentu dipangkas supaya pohon lebih baik dalam menghasilkan buah.

Artinya, kalau pohon tadi diumpamakan sebagai tanaman milik Allah, si Allah ini justru sedang menunjukkan kebaikan-Nya merawat pohon, tak perlu mata ini melotot ke bagian sempit memotong rantingnya. Perumpamaan yang disodorkan si guru hari ini dimaksudkan supaya orang beriman jadi ranting yang senantiasa melekat pada pokoknya. Apa pokoknya itu? Tak lain adalah Roh Allah (yang seperti aliran listrik menghidupkan lampu-lampu yang kabelnya menempel pada jaringan yang dilalui arus listrik itu).

Kalau begitu, metafora memotong ranting tak perlu dipahami sebagai sisi jahat pemilik pohon, melainkan upayanya demi kebaikan pohon. Pada kenyataannya memang ada hal-hal yang dipangkas dan itu menyakitkan: melepaskan berhala, kelekatan, kemalasan, sifat serakah, kesombongan, dan seterusnya. Tidak enaklah melepaskan itu semua tetapi pada kenyataannya kalau hal-hal itu dilepaskan, paradoksnya, hidup orang justru semakin lancar jaya lahir batin. Kalau tak percaya, sumonggo silakan buktikan sendiri.

Carilah kelekatan Anda dan katakanlah pada diri Anda sendiri bahwa tanpanya Anda baik-baik saja atau Anda bisa hidup tanpanya. Awalnya bisa jadi berat, menyakitkan, gelap, dan sejenisnya, tetapi ketika Anda berhasil menghidupinya, Anda akan jadi seperti motor saya yang suaranya halus tapi larinya wusssss bisa 137 km/jam, kalau penunggangnya berani gaspol. [Saya cuma berani 130 km/jam dan takkan saya ulangi lagi, masih mau coba kopi setarbak, hahaha….] 

Kalau Anda tak bisa mengatakan tanpa hal tertentu Anda tak bisa hidup, bisa jadi hal itu adalah Roh atau Tuhan Anda. Pada kebanyakan orang, Tuhan itu bisa jadi hobinya, duitnya, motornya, gelarnya, jabatannya, pasangannya, dan sebagainya. Syukur kalau Tuhan kita itu memang Allah. Semoga semua makhluk berbahagia. Amin.


MINGGU PASKA V B/2
29 April 2018

Kis 9,26-31
1Yoh 3,18-24
Yoh 15,1-8

Posting 2015: Hidup Yang Produktif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s