Best way to find love

Kemunculan agama baru biasanya memuat klaim penyempurnaan agama sebelumnya. Tidak mengherankan bahwa pada abad lalu tumbuh subur gerakan yang disebut New Religious Movements (NRM). Meskipun demikian, klaim itu menyesatkan. Perang Salib dan Holocaust contohnya, bukannya menunjukkan kesempurnaan agama yang satu dari yang lainnya, melainkan mempertontonkan wajah sangar agama karena bermain-main dengan politik kekuasaan.

Menghadapi klaim-klaim pembaharuan agama seperti itu, menurut saya, orang tak perlu lebay dengan perangkat untuk menindas yang satu atau yang lain. Time will tell (ciye basa Inggris) apakah suatu agama mendapat rida Allah atau cuma riba dambaan manusia. Yang tak mendapat rida Allah pada akhirnya akan surut sendiri, apalagi kalau sudah jelas melanggar hak azasi manusia.

Tapi omong-omong, kenapa ya NRM tadi bisa nongol? Bisa jadi karena tokoh kharismatisnya kesambet roh jahat yang menyamar jadi roh baik, sehingga yang keluar darinya kelihatan baik-baik saja. Bisa jadi juga karena agama yang institusional dan konstitusional itu, karena sudah mapan, tidak lagi inspiratif; cuma bisa memberi seruan-seruan moral dan ritual tanpa makna. Akibatnya, apa saja yang lebih menyentuh hati jadi jauh lebih menarik dan populer.

Berarti NRM itu kêrèn dong, Mo? Bisa memenuhi kerinduan hati orang beragama. Tul, NRM atau New Age itu punya anggota yang memikat hati begitu banyak orang, entah teosofinya, meditasi yoganya, kerohanian sufistiknya, ajaran universalnya, kehangatan relasinya, atau medianya. Cuma ada tapinya: sedemikian menariknya sehingga tak sedikit orang beragama yang malah lupa bahwa kerohanian sejati itu tak cuma soal sentimen romantis asoy geboy dengan duit segalanya beres [termasuk Tuhan bisa dibereskan]. Saking kepincutnya oleh ajaran universal, orang bisa lupa bahwa sebetulnya dalam agamanya juga terdapat banyak hal yang (bisa) menyentuh hati.

Tentu saja, kembali lagi ke alasan tadi, kelupaan itu bisa disebabkan juga oleh orang-orang beragama sendiri, pemukanya, yang malah begitu asik dengan ritual atau kesalehan individu, lupa bahwa ada tradisi kerohanian yang sudah sejak zaman jebot memberi kontribusi bagi peradaban manusia. 

Bagaimana tradisi kerohanian itu berkontribusi pada peradaban manusia? Pasti bukan dalam penindasannya. Kontribusi agama justru terletak pada bagaimana orang-orang beragamanya, dengan caranya masing-masing, menuruti Sabda Allah, mematuhi perintah Allah. Gampang, bukan? Sudah saya bilang taat kepada Allah itu gampang! Yang susah ialah membangun landasannya seperti dikatakan teks hari ini: Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku…. Yang artinya: mematuhi perintah Allah yang bener itu mensyaratkan orang mengasihi Allah.

Bisakah orang melaksanakan perintah Allah tanpa mencintai-Nya? Ya bisa, tapi jadinya ya seperti orang-orang dengan gerakan ‘agama’ baru tadi: kesalehannya, kesuciannya, kepatuhannya disetir oleh kepentingan politik-ekonomi-sosial, entah kelompok atau individu, bukan oleh cinta kepada Allah sendiri. Kesuciannya bercorak narsistik.

Kalau begitu, kuncinya bukan melaksanakan perintah Allahnya, melainkan mencintai Allahnya.
Pelaksanaan perintah Allah hanyalah konsekuensi dari cinta kepada Allah itu.
Mungkinkah cinta kepada Allah direalisasikan dengan arogansi dan menindas sesama? Tidak mungkin. Cinta kepada Allah di dunia ini hanya berarti cinta kepada sesama dan cinta kepada sesama cuma bermakna jika bingkainya cinta kepada Allah. Trusnjuk piye jal?


SENIN PASKA V
30 April 2018

Kis 14,5-18
Yoh 14,21-26

Posting 2017: Sendiri, Siapa Takut?
Posting 2015: Listening to The Spirit

Posting 2014: Yesus Jadi Berhala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s