Bhinneka Tunggal Ika

Hari Pentakosta yang dirayakan umat Kristiani itu konon terjadi pada tanggal…. berapa ya saya juga tak tahu. Belum lahir. Anehnya, saya tahu bahwa Pentekosta di Indonesia itu terjadi pada tanggal 20 Mei 1908. Kok isa? Karena itulah hari terbentuknya Boedi Oetomo. Ha njuk apa hubungannya Boedi Oetomo dan Pentakosta, wong Pentakosta itu peringatan Kristiani untuk turunnya Roh Kudus kepada para rasul kok?

Ya hubungannya Roh Kudus itu, suka-suka Dia kapan mau nongol toh? Malah Dia sebetulnya mau nongol senantiasa karena lewat Dialah Allah yang mahabesar itu mau menjalin cinta dengan jiwa manusia.
Iya, Mo, sak karêpmulah, tapi tak usah mengada-ada, mencocok-cocokkan dengan 20 Mei, biar kelihatan nasionalis gitu po? Lagian 20 Mei tuh Hari Kebangkitan Nasional, bukan hari keturunan Roh Kudus!

Wah, nek sudah dibilang sak karêpmu tuh rasanya gimana gitu,  tapi ya demi cinta deh tak apa-apa. Saya akan omong sak karêpku, hahaha. 

Siapa sih di antara Anda yang tahu arti Bhinneka Tunggal Ika? Ayo ngacung!
Lha, hampir semua ngacung, tapi apakah Anda tahu dari mana datangnya semboyan itu? Ayo ngacung!
Hahaha, gada separuh yang ngacung.

Nah, Anda yang gak ngacung itu agamanya apa? Kristen? Katolik?
Wah, itu berarti Anda tak ikut pelajaran PMP dulu ya? Atau pas diterangkan soal Bhinneka Tunggal Ika Anda sedang kebelet atau menahan rasa ingin pipis atau sedang keramas? Jangan-jangan, Anda juga gak tahu apa makna Pentakosta bagi hidup Anda sendiri. Njuk ngapain beragama ya? Biar nasionalis gitu? [Wooo romonya balas dendam.]

Saya sebetulnya juga tidak tahu sih dari mana datangnya Bhinneka Tunggal Ika itu. Tentu dengan modal googling bisa diketahui itu dari tulisan zaman Majapahit yang berarti beraneka tapi satu. Akan tetapi, beraneka tapi satu itu gimana ceritanya?

Hinduisme yang datang ke Indonesia itu kiranya Hindu Syiwa yang, tidak seperti di India, di Indonesia bisa hidup mesra dengan Buddhisme. Kalau tak percaya, datanglah ke Candi Plaosan. Itu satu kompleks candi yang punya karakter Hindu dan Buddha sekaligus. Nah, janjane itu kan dua paradigma yang berbeda sama sekali, tetapi toh terjadi hibridisasi. Muncul keyakinan untuk mempersatukan Syiwa dan Buddha sebagai satu sumber nan agung. Ya namanya juga usaha, pokoknya mereka menganggap Buddha dan Syiwa itu sebagai dewa yang bisa diperbedakan (bhina) tetapi (dewa-dewa) itu (ika) hanya satu (tunggal). Jadilah Bhinneka Tunggal Ika.

Jangan ngèyèl ya, kalau mau ngèyèl proteslah ke Kemendikbud aja soalnya itu saya ambil dari buku “Pendidikan di Indonesia dari Jaman ke Jaman” (1979, judulnya tidak ditulis dengan ejaan baku). 

Nah, itu mengapa Pentakosta di Indonesia secara formal terjadi pada saat Boedi Oetomo dibentuk, karena pada saat itulah terkuak roh pemersatu di atas aneka perbedaan ras, suku, agama, kultur. Ironisnya, di lingkungan agama Kristen sendiri, yang merayakan Pentakosta, malah bisa timbul roh yang hendak escape atau skip, alias memisahkan diri dari pihak yang berbeda, padahal ya sama-sama Kristen. Bagaimana orang mau percaya pada Pentakosta ya?

Ya Allah, mohon rahmat kejernihan hati untuk melihat perbedaan sebagai cara-Mu mencintai kami. Amin.


HARI RAYA PENTAKOSTA B/2
20 Mei 2018

Kis 2,1-11
Gal 5,16-25
Yoh 15,26-27;16,12-15

Posting 2015: Ribut Melulu di Dalam

2 replies

  1. Yak tul, paling puenak iku memang sak karep-karepku dewe. Ha mbok jidorkan saja gitu hehehe. Woh sekarang hari kebangkitan nasional ya… Eh ngomong-ngomong, saya gak pernah ikut PMP lho… Pendidikan Moral Pancasila… Hawong saya masih kuecil. 😁😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s