Menista Kemanusiaan

Menista agama di negeri ini sepertinya dianggap lebih parah daripada menista Roh Kudus. Kenapa? Ya karena poligama toh, karena agama lebih potensial berkelindan dengan politik. Sentimen itu jadi salah satu elemen ampuh dalam kampanye politik. Orang-orang yang begini ini akan tidak senang pada kerja Roh Kudus yang melampaui sekat sentimen agama. Di situlah penista Roh Kudus menjalankan strateginya dengan senjata penistaan agama. Mereka menyerang orang yang, karena inspirasi Roh Kudus, memperkokoh persaudaraan lintasagama. Mereka berupaya melibas perbedaan dan menginginkan supaya orang-orang lain hidup atau menjalankan agama seperti mereka. Argumentasinya bisa sangat indah: kemurnian agama, keaslian agama, dan sejenisnya (seakan-akan kemurnian agama itu ada, padahal senyatanya itu ya konstruksi sosial).

Bacaan hari ini menunjukkan hal yang sebaliknya, bahwa penistaan terhadap Roh Kudus jauh lebih parah daripada penistaan agama: “Apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”

Nah, di situ biasanya orang bertanya seperti apa itu menista Roh Kudus, seperti apakah dosa melawan Roh Kudus, dan sejenisnya. Wajar tentunya, karena orang ingin menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bisa jadi teks itu dimengerti orang sebagai pernyataan bahwa dosa melawan Roh Kudus tak akan terampuni (bdk. Mat 12,31) alias ‘tiada maaf bagimu’ dan tak ada harapan masuk surga karenanya. Akan tetapi, menista Roh Kudus lebih njelimet daripada menista agama justru karena Roh Kudus tak bisa dimengerti dengan delik hukum. Maka dari itu, ‘tiada maaf bagimu’ juga tidak bisa dimengerti sebagai hukuman Allah yang menutup pintu belas kasih-Nya. ‘Dosa tak terampuni’ tidak bisa dimengerti sebagai dosa tertentu yang membuat orang tinggal masuk neraka tanpa harapan surgawi.

Kenapa? Karena, biar bagaimanapun, Allah adalah Cinta yang kalaupun menghukum, hukumannya tertera pada pilihan yang diambil oleh manusia sendiri. Maka, kalau Allah mengampuni, pengampunan-Nya juga tertera pada pilihan yang diambil oleh manusia sendiri. Pengampunan Allah menjadi efektif ketika Ia sanggup mengeliminasi elemen dalam diri manusia yang membuat kemanusiaan itu terdegradasi. Ambillah contoh Allah mengampuni manusia agresif ketika Ia berhasil mengeliminasi dorongan manusia untuk melakukan dehumanisasi. Tetapi, susah kan menilai Allah berhasil atau tidak mengampuni manusia, karena ujung-ujungnya bergantung pada pilihan manusia juga? 

Menista Roh Kudus, dengan demikian, akhirnya merupakan rumusan yang menggambarkan ketertutupan manusia pada kehendak Allah-yang-menginginkan-kemanusiaan-yang-utuh. Bagaimana mewujudkan kemanusiaan yang utuh itu? Pada bagian awal dari kitab yang disodorkan hari ini, sudah disampaikan tolok ukurnya: bertobat dan percaya kepada Injil. Ini bukan soal memeluk agama Kristen, melainkan soal mentalitas keterbukaan terhadap warta gembira yang tersembunyi dalam tindak pencarian kehendak Allah secara terus menerus. Tak mungkin orang menemukan kehendak Allah itu tanpa pertobatan dan kepercayaan akan kebesaran Allah yang menuntun setiap umat-Nya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Demikianlah, kehendak Allah tidak ditemukan dalam sikap arogan, tetapi dalam kerendahan hati orang yang terbuka untuk terus berdialog membangun kemanusiaan bersama yang lain. Kehendak Allah ditemukan dalam perjalanan, dalam perjumpaan dengan yang lain untuk menimbang-nimbang mana yang lebih tepat bagi kemanusiaan yang utuh.

Tuhan, mohon rahmat keterbukaan hati supaya kami tak menista Roh-Mu, tak menista kemanusiaan. Amin.


MINGGU BIASA X B/2
10 Juni 2018

Kej 3,9-15
2Kor 14,13-5,1
Mrk 3,20-35

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s