Susu Kaka Cici Tata

Saya bukan peminum anggur (kecuali anggur khusus yang biasa dipakai untuk misa), tuak, sake, brem atau apapun nama minuman beralkohol yang biasa dikonsumsi para peminum benda-benda cair itu. Akan tetapi, kemarin saya meneguk anggur Kana yang diproduksi di tempat dulu guru dari Nazareth mengubah air jadi anggur. To tell you the truth: anggurnya wuenak nan. Ini testimoni dari orang yang bukan penggemar anggur. Jadi, sebaiknya Anda percaya saja. Anggur ini dijual di toko kecil agak jauh dari situs pesta perkawinan di Kana, dan saya tak akan lagi bisa menemukan tempat penjualan anggur itu kalau tidak ditunjukkan oleh tour guide.

Dua teguk anggur Kana itu cukup membantu saya mengerti mengapa anggur itu dibuat manis. Simbol sukacita (yang dalam bahasa setempat berbunyi mirip dengan ‘gila’ dalam bahasa Indonesia; jangan-jangan memang orang yang sungguh bersukacita itu adalah orang gila atau sebaliknya), dan saya memang senang sekali meneguk tester itu. Hanya saja, saya tidak bisa mengeluarkan $20 untuk membeli sukacita itu, karena tentu saja sukacita tidak hanya bergantung pada anggur manis $20 itu (janjane sih cuma karena uang dollar saya tertinggal di negeri tercinta, haaaahahaha).

Tak apalah, karena itu justru membantu saya mengerti teks bacaan hari ini. Di situ ditunjukkan bagaimana guru dari Nazareth membongkar modus orang banyak untuk mencari dia. Mereka bertanya kapan si guru itu tiba di Kapernaum, wong dia tidak menyeberang pakai perahu seperti mereka. Mosok renang, kan gak mungkin amat wong dia juga gak bawa celana renang waktu itu. Akan tetapi, guru dari Nazareth ini to the point: kamu mencari aku bukan demi hidup, melainkan cuma demi perut. 

Lah, Gur, bukankah perut itu juga demi hidup?

Di situlah poinnya: hidup yang mana? Dalam bahasa Yunani dikenal tiga kata: bios, psuche, zoe (selalu dilekatkan dengan aiónios: kekal). Guru dari Nazareth mengatakan bahwa orang banyak itu mencari dia demi bios dan dia menyarankan supaya mereka mencarinya demi zoe. Apa itu bios? Dari situ berasal kata biologi. Maka, ini pasti berkenaan dengan perut tadi, yang membantu orang supaya mekanisme biologisnya bisa berjalan. Kalau perut kenyang, memang orang bisa juga merasa tenang. Itu juga menyokong psuche (yang darinya berasal kata psikologi).

Akan tetapi, ini yang hendak dikatakan guru dari Nazareth itu: kalau kalian mencari aku demi bios dan psuche, kalian salah alamat! Kalau demi bios, kalian sudah punya kapasitas untuk mendapatkannya entah dengan bercocok tanam, berbisnis, berdagang, menata pemerintahan dan sebagainya. Kalau kalian mencari aku, carilah dengan motif yang benar supaya tak salah alamat: demi zoe. Ini adalah hidup kekal, hidup yang didonasikan, dibagikan, dan sejenisnya.

Kembali ke anggur sukacita tadi: hidup kekal tidak bergantung pada anggur Kana bahkan meskipun Anda bersukacita dengan minum anggur Kana. Kenapa? Karena anggur Kana lebih bersentuhan dengan perut dan kerongkongan. Sukacita yang sesungguhnya berasal dari roh atau spirit dalam menata perut dan kerongkongan orang banyak. Di sini, orang melihat bahwa diri eksterior ditakdirkan mati, sementara diri interior terus bergerak maju. Betapa mengharukan melihat orang yang seluruh kapasitas biologisnya menurun, tetapi sukacitanya berkembang!   


HARI MINGGU BIASA XVIII B/2
5 Agustus 2018

Kel 16,2-4.12-15
Ef 4,17.20-24
Yoh 6,24-35

Minggu Biasa XVIII B/1 2015: How Big is Your God?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s