Kejujuran Jadi Museum?

Saya bagikan video berdurasi agak panjang, buatan tetangga saya. Ini pengiritan blogging karena jadwal padat. Itu alasan pertama. Alasan kedua, biar bagaimanapun, gambar bergerak kerap kali bisa lebih menyentuh dimensi kognitif, afektif, dan volutif. Dengan gambar bergerak, yang belum terbayangkan pada zaman guru dari Nazareth, barangkali perkataan keras bisa masuk ke dalam sanubari secara smooth. Tentu, butuh alokasi waktu panjang untuk menikmatinya. Lha, saya tidak bisa menyediakannya.

Tuhan, mohon rahmat supaya kami menemukan hidup sejati dalam nama-Mu. Amin.


HARI MINGGU BIASA XXI B/2
26 Agustus 2018

Yos 24,1-2a.15-17.18b
Ef 5,21-32
Yoh 6,60-69

Posting 2015: Cinta kok Maksa