Mari Menyonyo

Sing life and you will never be silent!
Entah hidup Anda ambyar atau tidak, nyanyikanlah hidup Anda. Ini bukan perintah saya, bukan pula mandat godfather of broken heart. Morrissey, penyanyi Inggris, punya mandat serupa, yang maksudnya kira-kira supaya orang menampilkan dinamika dirinya: entah cinta atau benci, ya ungkapkan saja. Itu kalau mau. Tapi yang penting bukan mau atau tidaknya, melainkan alasannya.
Mandat di atas baiknya diletakkan dalam konteks bacaan hari ini juga: Yohanes Pembaptis yang kepalanya dipenggal. Mau kepala Anda dipenggal?😁 Saya tidak mau, tapi ya itu tadi, yang penting bukan mau atau tidaknya, melainkan alasannya.

Alasan yang baik dicontohkan oleh Yohanes Pembaptis yang hidupnya cocok dengan mandat di atas: sing life and you will never be silent. Dia tak pernah diam untuk mencari dan menunjukkan kebenaran dan kesejatian hidup. Kepalanya cuma jadi salah satu konsekuensi pencarian dan tak bisa diamnya itu. Sosok pencari kebenaran hidup itu juga dirangkum dalam teks bacaan pertama: king of the king, yang memang sungguh king of the king bukan karena stres atau ketemu jalan buntu hidupnya. Daud tak pernah diam mencari dan menunjukkan kebenaran hidup sejati. Ia rupanya suka bermazmur, suka berdendang, suka bernyanyi, dan yang ditembangkannya adalah hidupnya sendiri yang senantiasa ada dalam rengkuhan Allah. Dengan kata lain, ini bukan perkara sing life suka atau tak suka lagi, melainkan melantunkan hidup bersama Allah.

Saya dan Anda baiklah bertanya-tanya apa yang kita cari dalam hidup ini dengan segala keringat, suka, duka, keletihan, semangat, kegalauan, tangis, tawa, kejengkelan, kemarahan, kecemasan, dan seterusnya. Sekurang-kurangnya saat ini, saya belum bisa menemukan jawaban selain hidup bersama Allah tadi, seperti Daud mengandalkan Allahnya untuk mengalahkan Goliath, tetapi juga seperti Daud yang galfok karena orang mandi. Tentu galfok di sini berarti ia tak bersama Allah, tetapi mau gimana lagi, Allah tetap bersama dia. Alhasil, juga dalam ambyarnya, Allah toh tetap menyokongnya karena Daud tak berlama-lama dengan galfok.

Ya Allah, semoga hidup kami boleh menjadi wujud nyanyian hati-Mu. Amin.


JUMAT BIASA IV A/2
7 Februari 2020

Sir 47,2-11
Mrk 6,14-29

Posting Tahun C/2 2016: Hobi Cari Kambing Hitam

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s