Ergonomic Faith

Anda masih ingat plat nopol W 1 VV yang mobilnya hangus dibakar penggemar. Dulu ada guru spiritual yang ditikam pengagumnya sendiri. Dalam agama kristiani diyakini bahwa Yesus difitnah, disalib oleh orang-orang yang mengelu-elukannya sendiri. Film serial yang kami tonton juga menunjukkan bagaimana fans berat bisa bertindak irasional terhadap sosok yang disukainya. Sudah sejak dua puluh tahun lalu saya yakin bahwa orang seperti ini tidak mencintai pribadi yang digemarinya, tetapi menyukai pikiran dan harapannya sendiri mengenai pribadi yang bersangkutan. Begitu pikiran dan harapan itu tak cocok dengan pribadi yang sesungguhnya, ia merasa ditolak dan keadaan kritis melingkupinya dan tindakan irasional bisa diambilnya.

Untuk memahami teks bacaan hari ini perlu dimengerti keadaan kritis para penggemar Guru dari Nazareth. Keadaan kritis ini adalah perubahan konstelasi politik orang Yahudi terhadap sepak terjang Guru dari Nazareth. Harus diakui bahwa popularitas Guru dari Nazareth pada awalnya terdongkrak oleh nama besar Yohanes Pembaptis. Ya, Yohanes Pembaptis adalah guru rohani yang dihormati oleh seluruh kalangan karena pesan kenabiannya. Di awal penampilan publiknya, Guru dari Nazareth mendapat endorsement dari Yohanes Pembaptis sehingga bahkan pengikut Yohanes Pembaptis sendiri ada yang kemudian mengikuti Guru dari Nazareth ini.

Ndelalahnya, Guru dari Nazareth ini memang punya kemampuan untuk bikin mukjizat sehingga semakin menarik perhatian banyak orang. Akan tetapi, di situlah persoalannya: semakin banyak orang tertarik sama sekali tidak berarti semakin banyak orang mengerti apa yang diajarkannya. Ketika Guru dari Nazareth mulai menyatakan arah pelayanannya, kelompok pemuka agama menganggap pewartaan Guru dari Nazareth itu mengancam posisi mereka. Selama ini merekalah yang menentukan arah dan model hidup keagamaan, yang mesti diikuti setiap orang beragama. Arah dan model hidup keagamaan yang ditawarkan pemuka agama saat itulah yang rupanya jadi kuk berat bagi orang kecil.

Dalam konteks itulah teks bacaan hari ini bisa dimengerti. Di hadapan situasi yang melelahkan itu, Guru dari Nazareth tidak mengeluh, tetapi mengungkapkan doa syukurnya dengan dua alasan. Pertama, secara negatif: Allah penyelenggara hidup itu menyembunyikan cinta universalnya kepada kaum bijak-pandai. Tentu bukan bahwa Allah menyembunyikan, melainkan bahwa kaum bijak-pandai itu sudah sedemikian beku dengan pengetahuannya sendiri, termasuk distingsi kebaikan dan kejahatan. Padahal, Allah sendiri mencintai semua, dan malah menginginkan yang paling lemah dapat mengalami cinta Allah itu sehingga semua makhluk sungguh berbahagia.

Kedua, secara positif dapat dimengerti bahwa cinta Allah yang tak diskriminatif itu justru ditangkap orang kecil. Orang kecil di sini tidak berarti orang bodoh. Orang bodoh bisa merendahkan diri menaikkan mutu (kelihatan dari misalnya sebelum memberi nasihat, ia berkata,”Saya ini hanya orang bodoh, tetapi bla bla bla.”) Orang kecil terbuka pada cinta Allah yang mengatasi utak-atik-otak dan menangkap kabar gembira yang diwartakan Guru dari Nazareth.

Saya hendak merumuskan kabar gembira itu sebagai ergonomic faith: cinta yang gue banget tetapi klop dengan indikasi kabar gembira. Dalam masa pandemi ini, sebagian orang beragama bisa semakin mengeras terhadap peraturan agama, sebagian lain masa bodoh. Kuk yang ditawarkan Guru dari Nazareth membuka kemungkinan lain: membedakan mana cinta Allah dan mana bikinan manusia semata. Semakin orang berkubang dalam cinta Allah, semakin cara berpikir dan merasanya lentur mengikuti kebahagiaan sejati. Semakin larut dalam cara pandang manusiawi, semakin pilihan orang ribet dengan aneka teknik yang malah membebani hidup.

Tuhan, mohon rahmat kebijaksanaan untuk membedakan cinta-Mu dari kepicikan perasaan, pikiran dan kepentingan diri kami semata. Amin.


HARI MINGGU BIASA XIV A/2
5 Juli 2020

Za 9,9-10
Rm 8,9.11-13
Mat 11,25-30

Posting 2017: Beban Pembawa Nikmat

1 reply

  1. Bbrp point yg ditangkap:

    1. Ergonomic faith? 🤔 aturan kerja iman?

    2. Membedakan cinta Allah atau bikinan mns? Rancangan Allah atau rancangan ego mns? 🤔🤔

    3. Via Vallen? 😝#apapulakkaitannya?#
    Cek google translate terkait topik
    #hari demi hari uwis tak lewati, yen pancen dalane kudu kuat hati, ibaratke sego uwis dadi bubur#
    #lagumelo#

    4. Terkait versodio😁
    #sono passato giorno dopo giorno, anche difficile dovrei farlo, come il riso trasformato in congee, un porridge di riso#
    🤭#delizioso#

    5. Verso Dio
    E tutto mi sa di miracolo

    Clue (or clueless???)
    So it is complicated anyway, it’s just we still believe in Miracles, verso Dio. Ergonomic faith.

    🙏

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s