Azas dan Dasar

Manusia diciptakan untuk memuji, menghormati, serta mengabdi Allah, Tuhan kita, dan dengan itu menyelamatkan jiwanya.

Barang lain di muka bumi diciptakan bagi manusia untuk menolongnya dalam mengejar tujuan ia diciptakan.

Maka, manusia harus menggunakan ciptaan lain itu sejauh membantunya untuk mencapai tujuan tadi, dan melepaskan diri daripadanya sejauh itu merintanginya.

Oleh karena itu, kita perlu mengambil sikap lepas bebas terhadap segala ciptaan sejauh halnya bergantung pada kemerdekaan kehendak bebas kita dan bukan hal terlarang. Sikap itu dihayati sedemikian rupa sehingga kita tidak menghendaki kesehatan melebihi sakit, kekayaan melebihi kemiskinan, kehormatan melebihi penghinaan, hidup panjang melebihi hidup pendek, dan begitu seterusnya mengenai hal lainnya.

Kita melulu akan menginginkan dan memilih apa yang lebih membimbing ke arah tujuan kita diciptakan.


Versi Kontemporer saduran versi David Fleming SJ

Tujuan hidup kita adalah untuk hidup bersama Allah selama-lamanya. Allah, yang mencintai kita, memberikan hidup kepada kita. Hidup Allah itu mengalir kepada kita tanpa batas selama kita memberikan tanggapan positif terhadap cinta Allah itu.

Semua hal di dunia ini adalah karunia Allah, diberikan kepada kita supaya kita dapat secara lebih mudah mengenal Allah dan siap memantulkan cinta itu.

Oleh karena itu, kita menghargai dan menggunakan semua karunia Allah sejauh membantu kita berkembang sebagai pribadi yang penuh cinta. Akan tetapi, jika karunia itu justru jadi pusat hidup kita, karunia itu menggantikan Allah dan dengan demikian menghambat perkembangan kita mencapai tujuan hidup.

Maka, dalam hidup sehari-hari, kita mesti netral terhadap semua karunia tadi sejauh kita bebas memilih dan tidak terikat oleh kewajiban lainnya. Kita tidak boleh menentukan hasrat kita hanya pada keadaan sehat atau sakit, kekayaan atau kemiskinan, keberhasilan atau kegagalan, hidup panjang atau hidup pendek. Mengapa? Karena segalanya memuat potensi yang menumbuhkan dalam diri kita tanggapan yang lebih dalam terhadap hidup kita bersama Allah.

Satu-satunya hasrat dan pilihan kita mestinya adalah ini: aku menginginkan dan memilih apa yang lebih baik menuntun diriku pada Allah yang memperdalam hidup-Nya dalam diriku.

3 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s