Yesus Arogan Skale’ ?

Kata Paus Fransiskus beberapa hari lalu, seorang kristen tanpa Gereja itu idealis murni; imannya gak real. Ini mirip-mirip dengan mengaku ber-Tuhan tetapi tidak punya agama. Orang seperti ini tidak bisa mempertanggungjawabkan paham Allahnya. Pengertiannya mengenai Allah yang samar-samar itu tak terbuka pada input dari rasionalitas manusia: pokoknya saya percaya Tuhan, soal Tuhannya bagaimana itu suka-suka saya menghayatinya! Wuaaaa…. itu sih gak beda dari kaum fundamentalis dan ekstremis. Mereka juga percaya pada Tuhan dan sangat idealis, tapi ironisnya rasio mereka sudah beku dan sangat susah dicairkan. Orang idealis macam itu tak bisa lagi fleksibel memahami kata-kata suci dalam terang konteks hidupnya.

Klaim Yesus yang disodorkan Yohanes dalam Injil hari ini terdengar eksklusif dan arogan: Akulah jalan kepada Bapa, gak ada orang bisa sampai kepada Bapa kalo gak lewat Aku!

Sebentar, Mas! Yang arogan itu klaim Yesus atau kita yang eksklusif dan arogan dalam menafsirkannya? Mari kita lihat sejenak! Pertama, Yesus sama sekali tidak mengatakan bahwa hanya orang beragama kristen yang kelak diselamatkan di akhirat! Ia hanya mengatakan bahwa orang gak akan sampai kepada Bapa jika tidak melewati jalannya. Dalam sejarah manusia, siapa yang memperkenalkan sosok Allah sebagai Bapa? Lha ya Yesus itu, bukan? Kalau tidak ada yang memperkenalkan Allah sebagai Bapa, mana mungkin orang berpikiran untuk pergi menuju Bapa?

Mosok cuma soal istilah Allah diganti Bapa? Lha justru itulah yang bikin orang sesat: orang tidak melihat bahwa kata ‘Bapa’ yang dipakai Yesus itu poinnya bukan soal istilah atau bahasa, melainkan relasi manusia dengan Allah sendiri. Kalau gak ada relasi, orang gak bakal sampai kepada Bapa. Relasi Yesus dengan Allah Bapa menjadi jalan. Tanpa relasi dengan Allah Bapa, tak ada orang yang bisa selamat.

Oleh karena itu, kedua, orang tak perlu mengasosiasikan istilah jalan itu sebagai sosok Yesus historis semata (sosok Yesus sejak lahir sampai kematiannya, seperti sudah terjadi pada Bung Karno atau Pangeran Diponegoro). Asosiasi seperti ini bisa membawa orang pada kultus individu yang justru bisa menyesatkan (seperti orang mau mewujudkan Marxisme, Leninisme, Soehartoisme atau pun Soekarnoisme). Dalam iman Kristen, Yesus historis saja tidak cukup (apalagi menurut pandangan iman lain)! Jalan kepada Bapa itu adalah Yesus historis yang ditangkap oleh iman kristiani: yaitu dia yang dibangkitkan dari kematian. Itulah lifestyle, jalan yang mengantar orang kepada Bapa, tanpa lifestyle itu, orang tidak sampai kepada Bapa.

Ini seperti tujuan hidup manusia bukanlah kata benda, melainkan kata kerja. Kalau Yesus Kristus mengatakan Dialah jalan, itu berarti Yesus Kristus sebagai the way of proceeding! Bekerja, mewartakan kabar gembira, membebaskan orang terpenjara, dizalimi orang, difitnah, dihancurkan sampai mati…tapi dibangkitkan Allah! Begitulah, yang menyelamatkan tetaplah Allah. Yesus adalah jalan menuju ke sana, dan jalan itu tidak selalu berarti jalan aspal nan mulus… River

JUMAT PASKA IV A

Kis 13,26-33
Janji yang diberikan kepada nenek moyang kita telah digenapi Allah…dengan membangkitkan Yesus.
Yoh 14,1-6
Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa jika tidak melalui Aku.

3 replies

  1. Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa jika tidak melalui Aku <–bisa ndak ya aku yakin/berkelakuan 100% ttg hal itu..alat ukur/evaluasinya apa ya?

    Like

    • Bisa saja, Pak, kalau orang memang sungguh punya relasi autentik dng yang disebut Bapa itu… tolok ukur autentiknya apa? Mau ndak mau ya integritas hidupnya: semakin memperluas surga atau malah mempersempit…. alamak, susahnya ya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s