Pentakosta Sudah Dimulai

Karena kategori ruang dan waktu dalam pemikiran manusia, orang tentu menganggap bahwa Pentakosta terjadi pada tanggal x bulan y dan tahun z (menurut ahli, Pentakosta ini mengadopsi pesta Perjanjian Lama: 7 minggu setelah panen gandum atau kemudian dihitung sejak tanggal 14 Nisan, yaitu hari Paska Yahudi). Artinya, peristiwa itu terjadi sekali dalam sejarah sebagaimana kematian Yesus terjadi sekali dalam sejarah. Ini juga sama dengan upaya ilmuwan menemukan kapan semesta ini tercipta dengan menyebut angka rumit yang tak tertampung dalam otak manusia.

Loh, ya memang peristiwa Pentakosta itu terjadi pada tahun 30-an, sekitar 2000 tahun yang lalu, bukan? Betul, tetapi itu hanyalah titik awal kesadaran orang akan peran Roh Kudus yang dijanjikan Kristus. Peristiwanya sendiri belum selesai! Piye sih, Romo ini mbingungi, bikin bingung! Jelas-jelas studi sejarah menunjukkan angka tahun 30-an masehi, mosok dikatakan peristiwa Pentakosta belum selesai? Mumet aku dadi wong Katolik, dah cari uang susah masih suruh mikir gak jelas gini!

Ya maaf, katanya ingin perubahan, katanya ingin kebaruan, mikirnya juga kudu baru dong! Meskipun bukan kampanye, ini bagian dari revolusi mental brow!

Bisa saja akal-akalan dibuat manusia untuk mengembangkan bisnisnya: membuat kekacauan supaya bisnis security-nya jalan, menciptakan penyakit supaya bisnis obatnya maju, membiarkan kelompok pemberontak hidup supaya militer punya ajang untuk berlatih sungguhan melawan terorisme, dan sebagainya.

Lha, Yesus Kristus sudah mengerti betul bahwa kekuatan dosa bakal merajalela, maka Ia memberikan obatnya: pengampunan. Akan tetapi, jelas ini bukanlah akal-akalan supaya sakramen tobat atau pengakuan dosa laku keras, dan bukan Dia pula yang membuat dosa atau dengan sengaja memerintahkan pihak lain untuk membuat dosa! Yesus Kristus membawa pesan damai sejahtera dan dengan hembusan Roh Kudus memberi tugas perutusan kepada para murid: jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.

Apakah hembusan Roh Kudus itu habis setelah Yesus naik ke surga? Apakah tiupan Roh Kristus itu meresap ke tubuh para murid sehingga mereka semua terisi penuh Roh Kudus? Pasti bukan begitu! Mengapa? Karena gak ada ceritanya para murid itu mati dan bangkit lagi lalu meniupkan Roh Kudus kepada pengikut-pengikut mereka! Maksudnya apa sih, Romo? Artinya, Roh Kudus itu BUKAN tongkat estafet yang dipindahkan dari generasi ke generasi, dari Yesus ke para murid, dari para murid ke jemaat Gereja Awal.

Roh Kudus yang dihembuskan Kristus pada saat penampakan, sama dengan Roh Kudus yang hadir lewat lidah api pada hari Pentakosta. Jadi, Roh Kudus ini hakikatnya sama, tetapi hadir dalam rupa yang beraneka ragam. Roh Kudus sudah dari sononya ada dan karena Roh Kudus itulah, dalam bacaan kedua ditegaskan, orang mampu mengakui Yesus sebagai Tuhan. Tanpa Roh Kudus, pengakuan itu hanyalah imitasi ala anak-anak.

Trus apa hubungannya dengan revolusi mental tadi, Romo?

my_burning_heart____by_yancis-d3jttf3Pentakosta tak perlu dipikirkan seperti peristiwa sejarah lainnya. Ini adalah peristiwa iman yang terpahami justru karena Roh Kudus menyertai orang yang menangkapnya. Maka, bahwa para Rasul bicara dalam aneka bahasa (bdk. bacaan pertama), ini juga tak perlu semata-mata dipahami bahwa mereka menjadi poliglot, tetapi bahwa Roh Kudus memampukan mereka bicara dengan kata-kata dan tindakan yang bisa dipahami bangsa lain. Roh Kudus yang begini ini, gak cuma hadir 2000 tahun lalu.

Jadi, Pentakosta yang memampukan orang memahami Yesus Kristus sebagai Putera Allah sudah dimulai dan sekarang tetap berlangsung meskipun tidak lewat peristiwa sensasional. Lihat saja mereka yang penuh greget atau hatinya berkobar-kobar karena imannya tetapi menggunakan bahasa inklusif, yaitu bahasa pengampunan; bukan bahasa teror, ancaman, hinaan, arogansi, dan sejenisnya.


HARI RAYA PENTAKOSTA A/2
8 Juni 2014

Kis 2,1-11
1Kor 12,3b-7.12-13
Yoh 20,19-23

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s