Cara Bongkar Topeng Hipokrit

Bisa terjadi sewaktu orang butuh barang tertentu, barang itu tak ketahuan di mana posisinya, tetapi sewaktu orang gak butuh malah barang itu ada di depan mata. Itu sering terjadi pada mereka yang berbarang banyak dan gak mikirin tata letak. Tapi, bisa juga karena penyelenggaraan ilahi loh! Begini kata Kitab Yesaya: Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. (Yes 65:1).

Yosia adalah raja yang baik dan sungguh memperhatikan Bait Allah yang sempat terbengkalai. Pada saat pemugaran ditemukanlah Kitab Taurat; Yosia mengungkapkan penyesalannya atas pengabaian Kitab Taurat itu meskipun tentu bukan dia yang secara langsung bertanggung jawab. Ia meminta para imam dan nabinya untuk mempelajari dan merumuskan apa yang hendaknya mereka perbuat seturut kehendak Allah demi keselamatan mereka. Ia sendiri membaca Hukum Tuhan yang ditemukan itu, lalu memperbarui perjanjian dengan Tuhan dan membersihkan Bait Allah. Ini pembaruan yang memberi harapan sejati.

Bacaan Injil hari ini memberi peringatan akan PHP pembaruan. Maklum, roh jahat bisa menyamar sebagai roh baik, setan bisa mengubah wujudnya seperti malaikat terang (2Kor 11,13-14); musuh bisa bertanduk seperti anak domba (Why 13,11), berwajah manusia (Why 9,7-8); penipu berbudi bahasa dan berpenampilan halus (Rom 16,18; Yes 30,10). Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Barangkali analogi itu tidak menunjukkan kerumitan persoalan. Bayangkanlah orang munafik itu seperti kambing berbulu domba; dari penampakannya saja sulit dibedakan.

Gimana membongkar kepalsuan atau kemunafikan itu?

Orang perlu menguji segala sesuatu (1Tes 5,21). Artinya, segala daya upaya ditempuh: pengumpulan data, penalaran, analisis kritis dan interdisipliner. Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia (1Yoh 4,1). Tolok ukurnya ialah buah dari gerak roh tadi, buntutnya, ujung-ujungnya.

Memang bisa aja buah anggur ada di semak-semak berduri (nyangkut doang), tapi gak berarti untuk menghasilkan anggur orang mesti menanam semak berduri. Begitu pula, Kebenaran, tutur kata dan tindakan yang baik, bisa aja disodorkan oleh orang jahat, tetapi orang jahat pada dasarnya tidak memproduksi Kebenaran. Jadi, buah yang baik diharapkan dari pohon yang baik pula.

Oleh karena itu, untuk membongkar topeng hipokrit, orang perlu menguji konsistensi argumentasi maupun tindakan, kecocokan antara awal dan akhir. Jika akhirnya adalah konsolasi, besar kemungkinan itu adalah buah dari pohon yang baik.
Nah, itu kan kalau halnya sudah selesai baru bisa dinilai; lha kalau hal yang ditimbang-timbang itu masih berlangsung alias belum bisa menilai apakah ujung-ujungnya duit semata, popularitas semata, vanity belaka bagaimana?

Prinsipnya, semakin banyak hal yang hendak disembunyikan, semakin hipokrit….

hypocrisy_quote

RABU BIASA XII
25 Juni 2014

2Raj 22,8-13;23,1-3
Mat 7,15-20

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s