Ayo Pesta…(atau Perang?)

KAMIS BIASA XX
Peringatan Wajib St. Pius X
21 Agustus 2014

Yeh 36,23-28
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
Mat 22,1-14
Hal Kerajaan Surga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang… Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.


Kemarin ada berita lucu dengan judul Koordinator Pendukung Prabowo di MK Kesal Banyak Anggotanya Pilih Wisata. Ndelalahnya kok ya bacaan hari ini adalah metafor Kerajaan Allah yang memuat undangan dan pilihan. Memang tidak sama. Injil bicara soal Kerajaan Allah sebagai pesta perkawinan anaknya, berita kemarin bicara soal pesta demokrasi (semu) yang menyasar kerajaan duniawi ini. Orang-orang yang diundang ke pesta perkawinan tentu diundang untuk makan-makan, sedangkan berita kemarin menunjukkan orang yang diundang lebih memilih makan-makan di lingkungan MK daripada mendengarkan orasi. Orang-orang yang diundang ke pesta perkawinan rupanya tak dibayar, sedangkan yang di MK mungkin saja dibayar, apapun formulasinya: sebagai apresiasi, gratifikasi, atau sekadar nasi, pokoknya bukan politik money!

Perbandingan itu menunjukkan dalamnya penolakan orang atas undangan Allah pada keselamatan: wong ya undangannya untuk makan-makan (dalam ceritanya sih, kenyataannya ya undangan untuk kerja sama dengan Allah), gak perlu bayar, tapi toh banyak yang memilih hal-hal lain. Akhirnya pesta perkawinan itu penuh karena semua saja dipanggil ke sana meskipun tanpa undangan. Lha, jebulnya toh Allah masih menegur orang yang masuk pesta ternyata tak berpakaian pesta. Apa itu pakaian pesta? Hati yang baru… roh yang baru di dalam batinmu. Bacaan pertama menyodorkan janji Allah untuk memberi pakaian pesta: Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat!

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s