I’m Happy ‘Full’

Teks Injil hari ini singkat dengan penutup: semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya suka cita-Ku ada di dalam kamu dan suka citamu menjadi penuh (Yoh 15,11). Coba, gimana orang mengukur suka cita dan gimana suka cita itu bisa disebut penuh? Sepertinya susah dan berpulang kepada masing-masing orang bagaimana kebahagiaannya bisa disebut penuh. Akan tetapi, harap diingat, soal iman gak bisa begitu saja dipulangkan kepada masing-masing orang seolah-olah tak ada tolok ukur yang bisa jadi patokan bagi semua. Masih ingat, kan, iman itu personal tapi tidak privat?

Memang terjemahan ‘penuh’ itu menyesatkan, mungkin terjemahan lain juga menyesatkan: komplet, utuh, dan sejenisnya. Apapun terjemahannya, itu perlu dimengerti sebagai keadaan bahwa suka cita orang mencapai tujuannya. Apa tujuannya?

Mari lihat bacaan pertama: suasana sidang para rasul yang dibingungkan oleh perbedaan pendapat tokoh-tokohnya. Soalnya sederhana, pengikut Kristus yang non-Yahudi itu apa mesti sunat juga. Akan tetapi, debatnya sangat panas (ah, kayak ikutan sidang aja lu!), dan akhirnya diputuskan bahwa pengikut Kristus non-Yahudi gak harus sunat. Kenapa? Ya jelas karena sunat itu kan adat dan tradisi Yahudi. Poinnya bukan sunat atau tidak. Poin utamanya kan mengikuti Kristus, bukan mengikuti adat dan tradisi Yahudi! Kalau Kristus saja membawa hukum baru, mosok iya pengikut-Nya malah ngotot mesti mengikuti hukum lama?!

Allah bukan sosok melankolis nan romantis yang menuntun orang pada kejayaan tradisi manusiawi. Ia adalah Allah yang membawa suka cita yang membebaskan orang, bukan malah memberi beban. Ya maaf kata kalau orang menerima pasangan hidup (yang bahkan dipilihnya sendiri) sebagai beban, menerima tugas sebagai beban, menerima permohonan bantuan sebagai beban. Pasti bukan itu yang dikehendaki dari orang yang mengikuti Kristus. Pengikut Kristus ya fokusnya mengikuti Kristus, bukan soal berdebat mana ritus yang benar, mana tradisi yang harus diberlakukan bagi semua orang, dan sebagainya. Ini kata Petrus: kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga (Kis 15,11). Tak perlu sewot bahwa ada kelompok orang yang tidak satu tradisi atau kultur dengan yang biasa kita hidupi. Kalau orang mengakui Yesus Kristus sebagai satu-satunya juru selamat, itu berarti juga bahwa orang lain pun diselamatkan oleh Yesus Kristus ini… entah bagaimana caranya, itu bukan urusan kita, bukan? Itu urusan Yesus Kristus sendiri menyelamatkan semua orang. Tugas kita hanyalah mengikuti Kristus.

Mengikuti Kristus, berarti juga menerima konsekuensi salib dan salib bukanlah beban. Justru salib membuat pengikut Kristus bergembira karena boleh mencicipi apa yang dialami Kristus di dunia. Allah itu, kalau masuk ke dunia, pasti jadi keroyokan orang-orang jahanam, bukan?

Tuhan, aku mohon kekuatan untuk senantiasa memurnikan cintaku supaya kasih-Mu benar-benar menggembirakan hati semua orang yang percaya kepada-Mu.


KAMIS PASKA V
7 Mei 2015

Kis 15,7-21
Yoh 15,9-11

Posting Tahun Lalu: Konservatif – Liberal: Creative Fidelity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s