Jangan Tuntut Ilmu

Perjumpaan dengan pemuda kaya, pertanyaan Petrus mengenai pahala mengikuti Yesus, dan antisipasi Yesus terhadap penderitaan dan kematiannya bisa bikin keder dan takut para pengikutnya. Mosok iya mereka bakal ikut orang menuju kehancuran? Bukankah mereka itu diminta untuk membangun Kerajaan Allah?

Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, hendak memastikan supaya hasil akhirnya kelak jadi manis. Mereka meminta tempat di sisi kanan kiri Kerajaan Allah. Apakah ini soal mencari kehormatan? Tampaknya tidak begitu. Mereka menginginkan posisi kekuasaan efektif, bukan pertama-tama status atau jabatan, supaya bisa ikut mengatur hasil akhir sesuai dengan keinginan mereka. Tapi ya itu, namanya roh jahat itu juga bisa menunggangi motivasi yang tampaknya baik. Penunggangnya tetaplah roh jahat, yang kelak kemudian hari bisa mengubah tangan kanan (dan kiri) menjadi pencuri dan perusak kekuasaan yang paling ulung!

Permintaan dua rasul itu sungguh kontras dengan master plan yang dijelaskan Yesus. [Tapi ya memang begitu sih, cinta diri membuat telinga tuli dan hati keras: orang tak mau melibatkan diri, tetapi menuntut orang lain, bahkan Tuhan, melibatkan diri mereka bagi proyeknya. Dalam tipologi orang yang ingin mencintai Tuhan, ia masuk dalam kategori orang kedua] Mereka mengira minum cawan adalah soal pesta minum-minum kemenangan sehingga sewaktu ditanya apa bisa ikut minum cawan lantas menjawab dengan mantap “Aku bisa!” Itulah jawaban naif dari murid Yesus: mereka tidak tahu apa yang mereka afirmasi.

Baptisan Yesus mengandaikan orang mengalami immersion dalam penderitaan sampai mati, bukan soal penenggelaman ke dalam air (semata); ini sudah berkali-kali dikatakan Yesus. Maka, kemuridan Yesus pun mengandaikan logika yang berbeda dari kemuridan penguasa dunia. Ndak isa orang mengikuti Yesus tetapi menempuh jalan yang senyaman-nyamannya dan menghindari penderitaan, apalagi dengan menggunakan kekuatan, kekuasaan, kekerasan. Kalau mau ya tuntutlah diri sendiri supaya berilmu, bukan malah ‘menuntut ilmu’.

Tuhan, bantulah aku supaya tak lebih menuntut orang lain melayani keinginanku, supaya aku lebih berinisiatif melayani Engkau dengan cinta kepada sesama.


RABU MASA BIASA VIII 1/B
27 Mei 2015

Sir 36,1.4-5a.10-17
Mrk 10,32-45

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s