Iman Lemah: Kerasukan

Iman, pun kalau cuma kecil, menerjemahkan potensi kekuatan luar biasa dalam aksi. Aksi, sebesar apa pun, memberi kesan hebat pada sensasi, dan akhirnya hilang ditelan sejarah. Mungkin orang akan mengingat aksi besar itu karena tradisi turun temurun, tetapi tanpa iman tadi, memori cuma jadi potensi, tidak maujud dalam aksi.

Beberapa waktu lalu rekaman acara tayangan TV swasta beredar di Youtube dan dipakai seorang blogger untuk menyodorkan kesimpulannya bahwa orang Kristen tak bisa kerasukan setan. Ceritanya sederhana. Seorang Kristen diminta ikut acara uji nyali di tempat-tempat keramat. Ia tidak mau ikut kecuali ada orang lain yang ikut. Ternyata ada orang lain yang bersedia, orang Islam. Lha, jebulnya yang kerasukan itu bukan yang Kristen ini, melainkan yang Islam, sehingga host acara dan seorang ustad seolah tidak menggubris yang Kristen ini dan mengurusi yang kerasukan.

Saya tidak mengerti bagaimana dari peristiwa itu disimpulkan bahwa orang Kristen tidak bisa kerasukan! Kalau mau ikut sinting dalam silogisme, saya malah bisa bilang bahwa orang Kristen tidak bisa mengusir setan, karena yang mengusir roh yang merasuki orang Islam itu adalah seorang ustad! Orang Kristennya asik-asik aja nyanyi lagu pujian dan mandul, tak berkutik melakukan sesuatu terhadap orang yang kerasukan.

Teks Injil yang disodorkan hari ini mengisahkan bagaimana orang-orang dan para murid Yesus terheran-heran bahwa mereka tak bisa mengusir setan. Jawaban Yesus sederhana: karena mereka kurang percaya, kurang beriman. Jadi, mengapa mesti ditarik ke ranah agama sih? Ini soal iman, soal relasi personal orang dengan Allah yang diimaninya, bukan soal orang beragama A B C D E. 

Dalam nama Yesus kekuatan jahat memang bertekuk lutut, tetapi tidak setiap tindakan menyebut nama Yesus munculnya dari iman. Orang bisa aktif sana sini memuji nama Yesus sementara harta kekayaannya semakin membuat namanya moncer dan menarik banyak orang untuk ikut-ikutan memuji nama Yesus dan meneruskan bisnis sana sini (yang toh juga mesti memuat adanya CSR untuk orang miskin). Mungkin ia merasa Yesus sungguh menjadi penolongnya, ia terbebaskan dari kerasukan setan seperti yang dialami orang Islam di acara TV tadi. Tapi, orang mungkin lupa, bahwa setan kerjanya juga bukan cuma untuk reality show di TV. Ia punya jenis pekerjaan lain yang membuat orang merasa bebas dari kerasukan setan, padahal setan itu sudah merasukinya dalam bentuk lain: uang dan kroni-kroninya!

Ya Tuhan, tambahkanlah iman kepadaku supaya aku mampu mengenali kekuatan-kekuatan yang menjauhkan aku dari-Mu. Amin.


HARI SABTU BIASA XVIII B/1
Peringatan Wajib St. Dominikus
8 Agustus 2015

Ul 6,4-13
Mat 17,14-20

Posting Tahun Lalu: Jangan Tidur Melulu Dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s