Apa Upahnya Kerja

Kalau cuma bisa ngerti surga itu adalah soal nanti-nanti setelah mati, dijamin orang gak happy dengan apa yang dikerjakannya. Perumpamaan mengenai surga dalam teks hari ini sederhana: tuan rumah mruput pergi ke luar, mencari pekerja. Mereka sepakat mengenai upah yang adil, satu dinar. Akan tetapi, tuan rumah itu masih empat kali lagi ke luar rumah mencari sendiri pekerja lainnya: jam sembilan, dua belas, tiga, dan lima petang. Dia gak mau ada orang idle, bengong, nganggur dan sejenisnya.

Sewaktu tiba saat bayaran, jelaslah orang yang kerja sejak pagi berkeluh kesah. Ia kira dapat bayaran lebih dari satu dinar wong yang kerja mulai jam lima sore saja dapat satu dinar! Jebulnya tidak, dan itu sama sekali tidak melanggar prinsip keadilan yang telah disepakatinya bersama tuan rumah itu.

Orang beriman yang dangkal hidupnya akan mengira bahwa kedalaman imannya terjadi otomatis seiring dengan lamanya ia memeluk agama tertentu. Kedalaman iman itu diukurnya dengan hasil kelak saat penghakiman: siapa yang paling lama atau paling sering ikut Ekaristi, siapa yang paling kuat berpuasanya, siapa yang paling banyak memberi sumbangan, dan sebagainya.

Tampaknya tidak begitu. Dengan kisah sederhana ini, orang tahu bahwa fokus tuan rumah bukan bayaran upah. Fokusnya ialah supaya semua orang bekerja. Kerja untuk apa? Kerja untuk kebun anggur tuan rumah itu! Mereka yang fokus pada kiamat dan hari penghakiman tanpa koneksi dengan orientasi kerja sekarang ini hanya akan kecewa. Mereka lupa bahwa ‘bekerja di kebun tuan rumah’ itu sendiri sudah merupakan surganya.

Finding God in all things, itu kiranya yang membuat surga itu memang kekal, dan kekal berarti melampaui kategori waktu. Artinya, dari momen ke momen kita dipanggil untuk bekerja di kebun anggur: entah sebagai pengendara moge, entah polisi, entah aktivis lingkungan, apapun deh.

Tuhan, semoga aku senantiasa mampu memakai segala yang ada untuk merealisasikan kehendak-Mu. Amin.


HARI RABU BIASA XX B/1
19 Agustus 2015

Hak 9,6-15
Mat 20,1-16a

Posting Tahun Lalu: Just Do What You Do!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s