Mau Jadi Dukun?

Kita masih ingat sosok Ponari yang popularitasnya dalam skala nasional meredup, tapi mungkin secara lokal masih bersinar, terabadikan dengan nama jalan. Ponari punya batu ajaib yang reaksinya dengan air punya kasiat untuk menyembuhkan sakit sejumlah orang, sejauh cocok. Saya tak pernah berkunjung ke tempat Ponari, belum berminat dan saya tak punya sikap skeptis ataupun sinis terhadapnya, sebagaimana saya percaya Yesus pun punya sesuatu seperti yang dimiliki Ponari.

Kepunyaan Yesus ini tak perlu dicampur air atau apapun, cukup disentuh dan sentuhan pada barangnya itu menyembuhkan sakit orang. Barangnya itu disebut jumbai jubah. Seperti apakah itu? Katakanlah semacam selendang yang biasanya dipakai orang Yahudi untuk berdoa, dan ujung-ujung selendang itu ada semacam rumbai atau jumbai. Tapi bisa saja itu adalah rumbai jubahnya. Entahlah, maaf saya tak sempat cari referensi ini batre laptopnya keburu habis.

Pokoknya, bahkan bagian terkecil dari Tuhan bisa memberi kekuatan penyembuhan jika orang menyentuhnya. Maka banyak orang berbondong-bondong mendatangi Yesus. Ini tak usah dipikir ribet, cukup dengan mengingat yang terjadi pada Ponari dan kita tak perlu heran bahwa banyak orang datang kepada Yesus untuk minta kesembuhan. Apakah mereka diusir Yesus? Tampaknya tidak. Ia membiarkan hal-hal spektakuler itu terjadi.

Tentu Yesus tahu bahaya hal-hal spektakuler itu (silakan klik posting Bahayanya Mukjizat, kalau mau), tetapi bukan berarti dia melenyapkannya. Mungkin Gus Dur pernah memberitahunya bahwa kalau ada tembok yang kotor, tak perlulah orang menghancurkan temboknya, tapi membersihkannya. Maka, kiranya lebih masuk akal bahwa Yesus terus menerus mengiringi mukjizat penyembuhannya dengan catatan: imanmulah yang menyelamatkanmu. Di dalam iman itu ada relasi yang mau ditunjukkan antara manusia dan Tuhannya.

Kekuatan penyembuhan tidak terletak pada batu atau jumbai jubah, melainkan wahyu Allah sendiri yang bersentuhan dengan iman orang. Batu atau jumbai jubah itu jadi medium perantara, tetapi aktor utama penyembuhan adalah Allah yang diimani manusia. Yesus mengakomodasi medium itu dan ke manapun dia pergi, terjadi perubahan, kesembuhan. Kalau mau jadi ‘dukun’ yang baik, buatlah sedemikian rupa sehingga orang yang datang itu bisa connect dengan Allah Sang Penyembuh. 

Ya Tuhan, semoga hidupku boleh menjadi jumbai jubah-Mu. Amin.


HARI SENIN PEKAN BIASA V C/2
8 Februari 2016

1Raj 8,1-7.9-13
Mrk 6,53-56

Posting Tahun Lalu: Tersentuh Penderitaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s