Gosip Aja

Apa fokus orang yang suka nggosip? Orang ini atau orang itu. Cara pandangnya? Negatif? Sikap dasarnya? Juga negatif. Ya memang, kalau cara pandang dan sikapnya positif sih namanya bukan nggosip; mungkin boleh disebut apresiatip pake’ p (yang tidak baku tentunya). Pijakan gosip biasanya ada pada like-dislike terhadap orang yang digosipkan. 

Supaya tak jatuh pada gosip, orang perlu berfokus pada pokok persoalannya, bukan pada person-personnya. Tentu saja nenek kita tahu bahwa yang bikin persoalan itu kan ya person-personnya. Kalau tak ada orang, mana mungkin ada masalah di dunia ini?! Iya sih, tapi poinnya ialah bahwa fokus pada pokok persoalan jauh lebih bermanfaat bagi perkembangan kualitas hidup manusia daripada fokus pada kelemahan orang ini dan itu. Lha ya pancen, kalau melihat kekurangan orang ini atau orang itu, rasanya bak membelakangi matahari: cuma melihat bayangan diri.

Barangkali bahkan teks Kitab Suci ditulis dalam konteks peperangan, perseturuan, perkelahian, pertentangan, dan sejenisnya. Termasuk teks Yohanes yang disodorkan hari ini. Kisahnya sih polemik ataupun dialog (yang gak nyambung) antara Yesus dan orang-orang Yahudi lainnya, tetapi sebetulnya kisah itu ditulis dalam suasana kisruh antara pengguna sinagoga (orang-orang Yahudi yang taat menjaga tradisi) dan orang-orang yang percaya dan mengikuti Yesus Kristus di akhir abad pertama. Orang-orang Yahudi yang tak percaya kepada Kristus itu mengklaim bahwa merekalah keturunan Abraham yang sesungguhnya.

Sebaliknya, orang-orang Kristen itu mencap mereka yang tak percaya kepada Kristus sebagai penipu, pembunuh, dan budak dosa (karena merekalah yang membunuh Yesus). Hmm… rasa-rasanya aneh juga situasi kisruh dijadikan bacaan suci! Akan tetapi, begitulah Kitab Suci orang-orang Kristen. Ini bukan Kitab Sucinya sendiri yang penting, melainkan pokok persoalan yang hendak diwartakan lewat Kitab Suci itu: bahwa Allah menginginkan semua saja menjadi anak-anak-Nya. Artinya, pun Abraham tak hanya jadi patron untuk suku tertentu. Dilukiskan janji Allah bahwa Abraham dianugerahi keturunan yang luar biasa jumlahnya. Lha, mosok ya mau diklaim sendiri oleh kelompok tertentu?

Kalau gitu, yang lebih cocok dibicarakan bukan pengikut mana yang benar dan salah. Teks Injil Yohanes tak bisa dibaca terpisah dari Injil lainnya yang menjadi pelengkap keterangan bahwa Allah memang hendak menjadi Bapa bagi semua bangsa. Sikap eksklusif layak dipertanyakan.

Ya Allah, semoga kami dapat fokus pada kehendak-Mu: kesejahteraan bagi semua. Amin.


HARI KAMIS PRAPASKA V
17 Maret 2016

Kej 17,3-9
Yoh 8,51-59

Posting Kamis Prapaska V 2015: Batu Mulia
Posting Kamis Prapaska V 2014: Ikut Dia, Kagak Ada Matinye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s