Merekayasa Sejarah

Mungkin sebagian orang tak berkutik menghadapi sejarah hidupnya dan kemampuannya untuk mencinta benar-benar terkebiri oleh sejarah hidupnya itu. Alih-alih membiarkan Cinta merekayasa hidupnya, orang tak berdaya digilas oleh sejarah hidupnya sendiri (belum lagi sejarah hidup orang lain). Sahabat-sahabat Yesus tidak termasuk dalam golongan orang yang dilindas sejarah hidup itu, mereka ikut merekayasa sejarah bersama Yesus yang hari-hari ini memasuki masa akhir hidupnya.

Semua orang kiranya tahu situasi genting yang menimpa Yesus. Injil Yohanes yang diambil hari ini diapit oleh bagian pertama yang dikenal sebagai buku tentang tentang tanda-tanda (bab 1-11) dan buku tentang hidup mulia (bab 13-21). Akhir bagian pertama mengisahkan konflik yang sedemikian menjadi-jadi dan Yesus benar-benar di ujung tanduk. Dalam situasi itu, ia menanti akhir hidupnya dengan pergi ke tempat sahabat-sahabatnya di Betania. Tentu sahabatnya bukannya tidak tahu bahaya yang mengintai Yesus, tetapi juga yang mengancam hidup mereka sendiri. Yesus menjadi sosok yang most wanted bagi pihak-pihak berwajib, dan melindungi orang yang dijadikan target pencarian ini bisa membahayakan. Takut? Tentu. Tapi, bukankah cinta mengatasi ketakutan itu?

Karakter yang jadi bahan pergunjingan dalam teks hari ini adalah Maria yang membasuh kaki Yesus dengan minyak wangi yang mahal. Yudas mengkritik keras bahwa Yesus membiarkan pemborosan besar-besaran itu (setahun gaji upah harian). Tanggapan Yesus menarik. Ia menyampaikan dua catatan. Pertama, orang-orang miskin selalu ada pada kita. Kedua, tak perlu tunggu sampai waktu penguburan.

Apakah Yesus ini mau mengatakan bahwa kemiskinan itu suatu keniscayaan atau takdir dari Allah sendiri sehingga senantiasa akan ada bagaimanapun kita mau mengentaskannya?
Orang Yahudi hafal Kitab Perjanjian Lama sehingga Yesus cukup menyebutkan kalimat awal dan orang sudah tahu dengan sendirinya kelanjutan dari kalimat itu (Ul 15,11: itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu). Menurut hukum itu, komunitas umat beriman semestinya menyambut orang miskin dan berbagi rezeki dengan mereka.

Akan tetapi, Yudas malah menginginkan minyak wangi tadi dibaptis menjadi uang 300 dinar! Omongnya sih uang itu bisa dibagi-bagikan kepada orang miskin. Tetapi, kalau begitu, apa bedanya dengan money politics? Yesus lebih fokus pada suatu hidup berbagi, yang mengandaikan keterbukaan hati terhadap orang-orang miskin. Bisa jadi orang miskin tak butuh uang; mereka butuh bantuan yang tidak selalu berarti uang. De facto, uang tak bisa menyelesaikan segala-galanya.

Kematian di salib begitu mengerikan dan diadopsi tentara Romawi untuk menimbulkan efek jera kepada siapapun yang menentang kekaisaran Romawi. Orang yang disalib tak akan dimakamkan, tetap tergantung di kayu salib sampai mayatnya dimakan oleh binatang buas atau kalaupun dimakamkan, pemakamannya sederhana sekali selayaknya pemakaman orang miskin. Menurut Perjanjian Lama, inilah kematian yang merupakan kutukan Allah (Ul 21,22-23). Yesus de facto sudah dihukum mati karena komitmennya kepada orang miskin dan kesetiaannya pada Allah. Bisa jadi ia takkan dimakamkan. Maria mengantisipasi hal itu sebelum Yesus disalib. Ia menerima Yesus sebagai Mesias, bahkan meskipun mati disalibkan. Pengakuan simbolis ini mesti ditentang orang Yahudi, bahkan Lazarus pun ikut jadi sasaran kemarahan membabi buta.

Tuhan, mohon rahmat untuk merekayasa sejarah seturut Sabda-Mu. Amin.


HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI
21 Maret 2016

Yes 42,1-7
Yoh 12,1-11

Posting 2015: Iman Punya Preferensi
Posting 2014: Honoring The Wisdom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s