Mari Berkhianat

Mengingat peristiwa pengkhianatan, selama belum ada disposisi pengampunan, sangatlah tidak mengenakkan. Kemarin dinarasikan pengkhianatan Yudas dan penyangkalan Petrus. Hari ini kalender liturgi Gereja Katolik menyodorkan lagi pengkhianatan Yudas dengan agak lebih detail dari Injil Matius. Tekanannya ada pada kegagalan murid. Yudas berkhianat, Petrus menyangkal, murid lainnya lari terbirit-birit. Tak ada yang membela atau melindungi Yesus [dan pengikutnya kemudian ada yang berlagak mau membela Yesus, mungkin merasa diri lebih hebat dari Petrus].

Tiga tahun pertemanan tak memberi jaminan apa-apa kepada Yesus. Para murid yang dipilihnya sendiri tak ada yang solider pada sengsara Yesus. Apakah penulis Injil Matius ini mau mengejek atau menyodorkan kritik terhadap para murid? Apakah tulisan ini dimaksudkan untuk melemahkan pembaca yang hendak mengikuti jejak Yesus?
Tampaknya bukan itu agenda penulis Injil Matius. Tulisan ini mau mengatakan bahwa cinta Yesus mengatasi kelemahan, kerapuhan, dan kegegalan para muridnya. Maka, arah tulisan ini justru berlawanan dengan nuansa meremehkan nafsu besar para murid yang dikelilingi oleh aneka kerapuhan dan kelemahan. Konon, pada masa itu jemaat Kristen di sekeliling Matius mengalami penganiayaan yang hebat dan mereka merasa terancam, khawatir, takut bahwa Tuhan tidak mentolerir kelemahan mereka.

Matius berusaha meyakinkan bahwa orang bisa saja seperti Yudas, Petrus, atau murid lain yang lari tunggang langgang dan memutuskan relasi dengan Yesus, entah karena ancaman fisik, belitan problem ekonomi, atau demi kenyamanan politik. Menurut Matius, Yesus takkan memutuskan relasi. Cintanya jauh lebih besar daripada ketidaksetiaan muridnya. Inilah pesan pokok Pekan Suci: lihatlah bagaimana Cinta itu mengalahkan segala macam blokade, korupsi, teror, legalisme, klerikalisme, dan aneka isme yang hendak melibas kekuatan Cinta itu. Cinta Kristus tidak bergantung pada apa yang dibuat orang lain terhadapnya.

Yudas mengambil keputusan untuk menyerahkan Yesus setelah kritiknya tak diindahkan Yesus (pembasuhan kaki dengan parfum mahal oleh Maria). Ia pergi kepada imam kepala dan tawar menawar soal harga Yesus seperti diprediksikan dalam Kitab Zakharia (11,12). Ini mengingatkan kita juga pada Yusuf yang dijual saudara-saudaranya seharga 20 syikal perak (Kej 37,28) atau seharga budak yang terluka oleh hewan peliharaan tuannya (Kel 21,32). Apakah Yudas sedemikian mata duitan? Bahkan meskipun ia bisa dicurigai sebagai bendahara korup, agak kurang genep kalau dia menjual Yesus dengan harga segitu. Harusnya masih bisa lebih mahal lagi!

Akan tetapi, bunuh dirinya Yudas tampaknya tak bisa dipahami dengan konteks besaran harga Yesus tadi. Mungkin komentar teks di sini lebih masuk akal: Yudas ingin mendesak Yesus supaya menunjukkan kuasanya segera. Ide ini pasti tidak hanya dimiliki Yudas. Sudah sejak awal pertemanan mereka, Yesus disalahpahami. Para murid mungkin berpikir bahwa Yesus itu tak konsisten dengan apa yang diwartakannya. Akan tetapi, semakin lama semakin kelihatan bahwa para muridlah yang gak ngerti juga apa yang sedang diperjuangkan Yesus: akibatnya, kalau gak lari ngibrit, ya menyangkal, atau berkhianat.

Pengkhianatan Yudas tak berhenti pada bunuh dirinya. Masih banyak orang lain yang berkhianat karena gagal paham mereka: legalisme, klerikalisme, fundamentalisme, radikalisme, anarkisme, dan macam-macam. Monggo silakan dipilih mana yang lebih nyaman untuk berkhianat.

Tuhan, semoga kami semakin dapat memahami cara kerja cinta-Mu. Amin.


HARI RABU DALAM PEKAN SUCI
23 Maret 2016

Yes 50,4-9
Mat 26,14-25

Posting 2015: Faith: Always Inclusive
Posting 2014: Wani Piro: Betraying The Wisdom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s