Ayo Kabur

Konon di alam ini ada tiga perilaku kunci: menyerang, kamuflase, dan kabur. Kadang kala kabur itu jadi pilihan yang sangat sehat dan bijak. Henri Laborit, seorang dokter, penulis, dan filsuf Perancis kelahiran Hanoi, pernah menulis buku berjudul Éloge de la fuite yang kurang lebih mendukung gagasan macam itu: di hadapan badai besar adalah bijak melarikan diri, nanti kalau badainya sudah reda, orang bisa berbalik kembali kok.

Ini bukan untuk membela apa yang dilakukan Yesus, cuma sebagai pijakan awal untuk memahami narasinya. Yesus tahu bahwa Yohanes sudah dipenggal kepalanya dan Herodes malah mendengar kabar tentang Yesus yang dirumorkan sebagai Yohanes yang telah bangkit dari mati. Tentu saja itu bikin Herodes penasaran wong sudah dia penggal kok bisa nongol lagi. Yesus jadi target Herodes dan daripada kematiannya jadi sia-sia, belon apa-apa mosok mati konyol, konfliknya dengan cecunguk-cecunguk rohani belum matang, mosok ya sudah selesai; mending kabur aja dulu, nanti toh suatu saat, kalau emang jodohnya, bakal ketemu juga dengan bandit satu itu.

Akan tetapi, jelas ini bukan pilihan kabur semata-mata demi kabur menyelamatkan diri, lepas dari tanggung jawab. Orang-orang berbondong-bondong mengikutinya dengan jalur darat dan entah bagaimana sebelum Yesus dan orang-orang dekatnya mendarat, sudah ada ribuan orang yang menantinya. Orang-orang yang lapar, bukan pertama-tama karena tak ada karbohidrat dan protein dalam jangkauan mereka, melainkan karena di kedalaman hati mereka ada kelaparan yang tak semata tersembuhkan oleh karbohidrat dan protein itu.

Juga dalam pelariannya, Yesus tetap berbelas kasih, hatinya tergerak oleh compassion dan berbuatlah ia sesuatu bagi orang banyak itu. Ia tak terfokus pada pelariannya, ia tetap dalam rel mewartakan Sabda Allah yang hendak menggapai semua saja tanpa aneka sekat. Ini kiranya adalah pelarian yang sehat nan bijak. Ia menghindari bahaya, bukan semata sebagai pelarian karena ketakutan, melainkan justru sebagai strategi untuk semakin mengeksplisitkan yang jadi perhatian utamanya: keselamatan bagi semakin banyak mungkin orang.

Tuhan, bebaskanlah kami dari ketakutan supaya kami dapat melihat panggilan hati kami. Amin.


HARI SENIN BIASA XVIII C/2
(Pesta Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori)
1 Agustus 2016

Yer 28,1-17
Mat 14,13-21

Posting Senin Biasa XVIII B/1: Bagi-bagi Dong!
Posting Senin Biasa XVIII A/2 Tahun 2014: Bukan Soal Multitasking Brow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s