Agama Sampah

Saya tak tahu dengan teori apa bisa dijelaskan bahwa populasi perempuan di bumi ini cuma separuh populasi laki-laki. Teks hari ini cuma menyebut beberapa nama perempuan dan kata keterangan ‘banyak’, yang tidak jelas maksudnya berapa. Dua belas murid semuanya laki-laki, dan bersama mereka itu berjalan pula banyak perempuan mengikuti Yesus berkeliling dari kota ke kota, dari desa ke desa [busyet, apa gak dicari suami dan anak-anak mereka ya yang sudah berkeluarga itu?]. Apakah mereka ini penggemar Yesus? Bisa jadi, tetapi bukan itu poinnya. Mereka mengikuti Yesus bersama dua belas murid itu untuk melayani rombongan Yesus memberitakan Kerajaan Allah.

Lukas menyebut beberapa nama (Maria Magdalena, Yohana istri bendahara Herodes, dan Susana). Lukas, di sana-sini menyebut nama perempuan; mungkin karena itulah Lukas cocok dijuluki sebagai penulis pemerhati perempuan. Dalam keseluruhan Injilnya dimunculkan tujuh nama perempuan ‘penggemar’ Yesus: tiga nama dalam kutipan hari ini, dua nama pada bab 10 (Maria dan Marta), satu nama pada bab 24 (Maria ibu Yakobus), dan satu nama lagi pada bab dua (Hana). Menarik bahwa disebutkan umur Hana, 84 tahun, yang adalah 7 kali 12, umur sempurna dalam tradisi Yahudi. Mesti diakui bahwa pada masa itu perempuan cenderung dipandang sebelah mata sehingga bahkan nama-nama perempuan yang mengikuti Yesus itu tak tercatat dengan baik. Kiranya ada bias gender.

Markus tampaknya lebih informatif mengenai apa yang dibuat perempuan-perempuan itu dalam konteks tindak kemuridan. Ia mendefinisikan tindakan mereka dengan tiga kata: mengikuti, melayani, dan naik sampai Yerusalem (Mrk 15,41). Tentu paling kentara dalam adegan di salib dan makam. Para perempuan itu punya andil besar dalam peristiwa akhir hidup Yesus. Lukas menekankan hal itu dengan peristiwa perjumpaan Yesus dengan para perempuan (Luk 7,39; 8,44-45.54; 8,2-3; 10,39; 7,13; 13,13.20-21; 18,1-8; 21,1-4; 23,49; 24,1-11.22-24… nah, catatan kuliah dikeluarin deh).

Menimbang bahwa jumlah lelaki itu dua kali lipat dari jumlah perempuan, mengingat peran perempuan yang sedemikian signifikan dalam keseluruhan karya pewartaan Kabar Gembira, dapat diputuskan suatu kekhawatiran bahwa jangan-jangan memang jauh lebih banyak orang beragama yang mengambil peran pinggiran alias tidak penting dalam pewartaan Kabar Gembira tadi!

Dengan kata lain, jangan-jangan memang jauh lebih banyak orang yang sibuk dengan aktivitas formal keagamaan daripada substansi yang hendak disodorkan oleh agama sendiri: perjumpaan autentik dengan Allah. Jangan-jangan ada jauh lebih banyak orang yang jatuh dalam aktivisme tanpa pernah sendiri bersinggungan dengan Roh yang menggerakkan kehidupan ini. Jangan-jangan seperti disajikan dalam drama persidangan, orang berlomba-lomba mengklaim kebenaran, tetapi tak pernah sampai pada keutamaan yang melandasi kebenaran itu sendiri (kejujuran, keterbukaan, kerendahan hati, tobat, pengampunan).

Jika terjadi yang ‘jangan-jangan’ itu tadi, wajarlah orang menutup pintu maaf dan melanggengkan balas dendam. Jika kewajaran ini diterima, tercorenglah wajah Allah yang Maha Pengampun lagi Penyayang. Jika agama membiarkan wajah Allah yang Maha Pengampun dan Penyayang itu tercoreng, sudah layak dan sepantasnyalah agama itu dimasukkan ke dalam tong sampah. Agama sampah! Tentu saja, agama itu abstrak. Yang konkret adalah orang-orangnya.

Tuhan, semoga kami tak menjadi sampah agama yang mendukung agama sampah. Amin.


JUMAT BIASA XXIV
Pesta Wajib S. Kornelius dan Siprianus
16 September 2016

1Kor 15,12-20
Luk 8,1-3

Posting Jumat Biasa XXIV B/1 Tahun 2015: Fight the Good Fight
Posting Jumat Biasa XXIV Tahun 2014: Perempuan Itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s