Akal Budi/Bulus

Ada sebagian orang yang usulannya begitu kreatif dan idenya sangat brilian justru karena orang lainlah yang mesti melaksanakan idenya itu. Bisa jadi yang diusulkannya adalah sesuatu yang berat dilaksanakan. Ini bisa terjadi misalnya antara rancangan seorang arsitek dan hitung-hitungan ahli teknik sipil. Yang satu maunya bangunan nyentrik dan yang lain maunya bangunan ‘epik’. Kalau dua hal itu tak ditimbang masak-masak, proyeknya bisa jadi mangkrak.

Proyek mangkrak tentu juga tak hanya terjadi karena pertentangan ahli teknik sipil dan arsitek. Bisa juga proyek mangkrak karena nafsu besar tenaga kurang. Apa yang digembar-gemborkan mulut tak disokong oleh disiplin tubuh supaya sinkron dengan pikiran. Begitulah, manusia bisa jadi makhluk yang sangat kontradiktif karena punya elemen akal budi yang kerap kali cuma menampilkan diri sebagai akal bulus. Kontradiksi inilah yang oleh Yesus diwaspadai.

Kenapa sih kok sepertinya kontradiksi itu negatif amat kesannya? Lha ya jelas toh: kalau akal budi jadi akal bulus, gimana mau tulus? Tanpa ketulusan, tak ada dasar pijakan kata-kata yang kokoh lagi mulus. Sabda Allah pun pupus.

Ya Allah, mohon rahmat untuk senantiasa mampu membuat sinkron antara budi, hati, dan aksi kami. Amin.


HARI SELASA PRAPASKA II
14 Maret 2017

Yes 1,10.16-20
Mat 23,1-12

Posting Tahun 2016: Agama Songong 
Posting Tahun 2015: Makin Tinggi, Makin Melayani

Posting Tahun 2014: Tobat: Lebih dari Sekadar Kapok…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s