Bangun Brow!

Anda tahu kan kalau saya bilang ada orang yang lebih suka menyerang program orang lain daripada mempresentasikan keunggulan programnya sendiri? Memang ada tipe orang yang lebih kritis terhadap program orang lain tetapi penuh kamuflase untuk irasionalitas programnya sendiri demi memenangkan pilkada, misalnya. Anda tentu juga tahu ada orang yang selalu menyalahkan orang dan situasi di sekelilingnya: orang lain curanglah, provokatiflah, panitianya tidak netrallah, orang tua yang tak pedulilah, anak yang sulit dipercayalah, karyawan yang tak becuslah, dan sebagainyalah. Mungkin kita tahu karena orang itu adalah diri kita sendiri.

Sosok macam begini ini direpresentasikan oleh orang lumpuh lahir batin dalam bacaan hari ini: orang yang tak pernah keluar dari sudut pandangnya sendiri, menghakimi orang lain seturut apa yang dia pikir seharusnya dilakukan orang lain. Ini tak hanya ada dalam cerita Kitab Suci, tetapi juga konkret dalam hidup yang serba sulit ini. Seorang yang baru selesai studi di universitas bisa kebingungan mencari pekerjaan karena misalnya ia cuma mau bekerja sebagai anu dan harus di kota anu dan ketika ditemuinya betapa sulit mencari pekerjaan sebagai anu itu, dia mulai mengeluh ke sana kemari dan mencela orang yang satu dan yang lainnya karena tak mau membantu. Lha ya wis nganu aja toh? 

Perintah Yesus sangat sederhana: Bangunlah, angkat tilammu dan berjalanlah! Bangun, Brow! Jangan tidur aja! Buka matamu! Angkat hal-hal atau tempat kamu bermalas-malasan menunggu orang lain itu dan berjalanlah!

Perintah sederhana tak berarti gampang dilaksanakan juga sih, tetapi susah juga tidak identik dengan tidak mungkin. Tak sedikit orang tumpul, stagnan, gagal move on karena terus berkubang dengan lumpurnya sendiri. Orang tak kreatif, tak bisa melihat kemungkinan baru karena tak mau tahu. Gimana ya, memang langkah pertama itu bisa terasa berat dan membutuhkan askese, ingkar diri yang kuat. Tidak enak awalnya, tetapi de facto kesembuhan terjadi setelah melampauinya. 

Ya Tuhan, mohon rahmat kehendak yang kuat supaya kami mampu merealisasikan kemungkinan baru lebih daripada ngotot dengan kebenaran kami sendiri. Amin.


HARI SELASA PRAPASKA IV
28 Maret 2017

Yeh 47,1-9.12
Yoh 5,1-16

Selasa Prapaska IV C/2 2016: Penggemar Harapan Palsu
Selasa Prapaska IV B/1 2015: Mau Lu Apa?

Selasa Prapaska IV A/2 2014: Will Thou be Made Whole?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s