Mulut Mu-anies

Kisah dalam teks hari ini bisa jadi contoh bagaimana roh jahat bisa menyamar sebagai roh baik. Bisa dibilang juga jadi contoh bagaimana orang yang sedang dalam keadaan desolasi tuntunan yang nyaman baginya berasal dari roh jahat, sedangkan hal yang tak mengenakkan (penolakan, kritik, pertanyaan) justru malah berasal dari roh baik. Personifikasinya ada pada sosok Yudas Iskariot yang oleh penulis teks diinsinuasikan sebagai murid yang kalap, yang hendak menyerahkan gurunya sendiri demi duit. Sebetulnya ini bisa langsung menyindir para penguasa, anggota dewan, yang kalap dan ramai-ramai menjarah uang rakyat. Pasti alasan yang mereka sodorkan itu sangat mulia dan mulut penuturnya sangatlah mmmm….anies!

Celakanya, kerja roh jahat itu tak terbatas pada penutur bermulut manies, tetapi juga pendengar yang telinganya merindukan suara mulut manies. Hati orang-orang yang memiliki kedua organ jenis itu pada dasarnya merindukan kenyamanan yang semata dibangun oleh kekuatan duit, dan di sini, label agama juga sangat sangat sangat mungkin sekali dipakai sehingga si manies sangat diuntungkan.

Representasi orang yang dibimbing roh baik dalam bacaan hari ini tentu saja Yesus, yang tak terkelabui mulut manies, karena dia melihat persoalan pengolesan minyak wangi pada kakinya itu dalam perspektif yang lebih luas, melampaui apa yang sekarang terlihat. Pengolesan minyak wangi itu menjadi antisipasi akan kematiannya: bahwa kematiannya itu kelak jadi jauh lebih penting daripada aneka macam ideologi yang bisa membuat orang saling bunuh. 

De facto, kemiskinan, yang dipakai Yudas Iskariot sebagai tameng, terjadi di mana-mana pada sepanjang segala abad, dan tak bisa diselesaikan dengan produksi uang. Kenapa? Karena yang penting bukan uangnya, bukan modernitasnya, bukan ideologinya, bukan slogan pembelaan kaum miskinnya, melainkan hati yang berempati, hati yang punya ruang untuk berkorban, hati yang dilengkapi mata bonum commune, hati yang tidak dikungkungi paradigma perang, dan seterusnya.

Ya Allah, mohon rahmat supaya kami mampu mengenali mulut manies gerakan-gerakan batin yang ujung-ujungnya bisa menjauhkan kami dari-Mu. Amin.


HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI
10 April 2017

Yes 42,1-7
Yoh 12,1-11

Posting 2016: Merekayasa Sejarah 
Posting 2015: Iman Punya Preferensi
Posting 2014: Honoring The Wisdom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s