Pemimpin Retorik Doang?

Salah satu model kepemimpinan yang kerap kali dianggap baik adalah model kepemimpinan karismatik. Maklum, dengan golden waysnya, pemimpin karismatik bisa menginspirasi orang lain untuk bertindak mencapai tujuan tertentu dan pribadi karismatik ini tampak lebih approachable. Sayangnya, model ini sangat rentan pada kultus individu dan program kerjanya terbengkalai jika pemimpin karismatik itu absen. Selain itu, pemimpin karismatik cenderung abai terhadap detail teknis dan praktis karena fokus terhadap human relationship. Ambillah slogan “Maju kotanya, bahagia warganya”, misalnya.

Warga yang tak berpikir panjang akan mendengungkan frase ‘bahagia warganya’ karena memang itulah yang diharap-harapkannya, tetapi frase ‘maju kotanya’ jadi taken for granted. Padahal, justru frase ‘maju kotanya’ (yang membahagiakan warga) itulah yang semestinya diperkarakan juga dalam debat, misalnya. Debat pilkada dengan format baru semalam memang memberi peluang untuk adu program yang sambung dengan kebutuhan warga, tetapi substansinya akhirnya kembali lagi sebagai kampanye “pilihlah kami”; sekurang-kurangnya kesan itulah yang saya tangkap lebih kuat dari paslon sebelah kanan (you know what I meanlaaah).

Memang, kepemimpinan karismatik diwarnai retorika yang indah, tetapi pemimpin karismatik yang sungguhan itu punya integritas. Artinya, keindahan yang dikatakannya itu jugalah yang dijalankannya. Problemnya, paslon sebelah kanan tadi baru memaparkan keindahannya, belum menunjukkan integritasnya. Kalau diperhitungkan proses politik kampanye dan penundaan proses hukum, barangkali justru integritas paslon itu ancur ya ancur. Akan tetapi, saya takkan berlama-lama di situ. Pokoknya, hasil pilgub minggu depan adalah cermin kecerdasan warga Giacarta dan model pemimpin yang mereka idolakan.

Dalam masa normal, masa kemerdekaan, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan transformatif. Dalam model ini, si pemimpin mampu mengidentifikasi perubahan yang diperlukan, membuat visi yang mengarah kepada perubahan melalui persuasi yang inspiratif, dan bersama orang-orangnya yang berkomitmen, mengeksekusi perubahan itu. Tujuan utama pemimpin transformatif ini lebih radikal daripada sekadar memenuhi kebutuhan warganya. Lha nek mung ngono wae Gusti Allah ya gak bakal sanggup memenuhi kebutuhan ekonomis tujuh milyar warga dunia. Pemimpin transformatif bahkan mampu mengubah paradigma atau cara berpikir warganya mengenai kebutuhan mereka, bahkan mengenai kualitas hidup itu sendiri.

Fokus keberpihakan pemimpin transformatif tidak terletak pada segmen-segmen tertentu yang bisa jadi komoditi politik (dengan depe nol rupiah atau nol persen atau nol apalah), tetapi pada bonum commune. Kebaikan bersama ini, dalam terang bacaan hari ini, dapat dilacak dari integritas guru bernama Yesus. Tak perlu dihubungkan dengan kontroversi klaim Yesus sebagai Tuhan atau nabi atau manusia biasa, dari kisahnya dapat dipetik indikator kepemimpinan transformatif itu karena ia hendak membongkar paradigma murid-muridnya mengenai Mesias, mengenai relasi Allah-manusia.

Pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus begitu revolusioner karena membongkar paham Allah muridnya sebagai sosok yang mesti diabdi manusia. Loh, memang betul kan? Bukankah azas dan dasar menyiratkan paham Allah yang mesti diabdi?

Betul, tetapi dengan aksi pemimpin transformatif ini ditunjukkan bahwa pengabdian kepada Allah itu tak bisa tidak dilakukan dengan pengabdian kepada manusia konkret. Maka mandatnya jelas: hendaklah kamu saling membasuh, saling mengasihi. Lha, apa itu saling mengasihi kalau bukan bonum commune? Retorika!!!

Tuhan, mohon rahmat supaya kami tak hanya cakap beretorika. Amin.


HARI KAMIS PUTIH
13 April 2017

Kel 12,1-8.11-14
1Kor 11,23-26
Yoh 13,1-15

Posting 2016: Krisis Bahasa Cinta
Posting 2015: Faith in The Dark

Posting 2014: Perayaan Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s