Kingdom of Conscience

Karena ini masa menjelang pilkada, saya lebih tertarik pada adegan tawaran Pilatus bagi warga Yerusalem untuk memilih Yesus atau Barabas. Tentu bukan sebagai calon gubernur seolah-olah hendak menganalogikan Ahok sebagai Yesus dan Anies sebagai Barabas. Anies tentu jauh lebih manies dan halus daripada Barabas dan lagipula kasus hukumnya kan masih ditunda toh? Ketertarikan saya itu lebih terletak pada bagaimana orang disodori pilihan.

Sudah jadi kebiasaan penguasa Roma terhadap bangsa Yahudi untuk memberikan grasi kepada napi menjelang Paska. Yesus belum jadi napi tetapi baru didakwa sebagai penista agama. Barabas adalah napi kejahatan berat. Meskipun Pilatus tak menemukan kesalahan apapun dari penista agama itu, orang Yahudi bersikeras supaya Barabaslah yang dibebaskan. Ironis memang. Orang bisa memilih sesuatu yang jelas mencederai hidupnya karena enggan melakukan perubahan radikal dalam dirinya sendiri. Daripada repot memakai helm, lebih baik memperbesar risiko kehilangan kepala. Daripada memaksa diri menata waktu, lebih baik kerja lembur tanpa bayaran. Repot kebanjiran juga gak apa-apa daripada mesti beradaptasi dengan tempat baru yang lebih layak, dan sebagainya. 

Pilihan rakyat Yahudi terhadap Barabas disusul dengan parodi mengenai Raja Yahudi: Yesus dimahkotai duri. Ini yang menarik saya: bagaimana orang memahami, mempersepsi kerajaan yang diperbincangkan Pilatus dan Yesus. Pilatus adalah representasi kebanyakan orang dalam memahami kerajaan. Dalam paradigmanya, kerajaan itu adalah dominasi kekuatan material yang bisa dikalkulasi secara saintifik. Itulah kingdom of science, yang penuh dengan rekayasa seturut kemampuan orang untuk melakukan rasionalisasi. Di dalamnya bisa terjadi aneka macam perdebatan dengan macam-macam data yang teruji juga secara saintifik.

Wacana yang disodorkan Yesus adalah jenis kerajaan yang berbeda, tetapi terhubung juga dengan kingdom of science itu. Ini adalah kingdom of conscience. Kerajaan ini tidak berasal dari dunia ini, tetapi ada di dunia ini. Kerajaan ini terjadi bukan sebagai puncak kejayaan science, melainkan sesuatu yang menyertai perkembangan science supaya arahnya tidak menyesatkan manusia sendiri. Itu mengapa disebut conscience, yang dalam bahasa Indonesia adalah suara hati atau hati nurani.

Maka, memilih Yesus atau Barabas juga adalah persoalan kingdom of conscience itu. Kalau orang memilih Yesus, ia berada dalam matra conscience. Jika Barabas dipilihnya, ia terlekat pada paradigma kingdom of science: kombinasi struktur A masih bisa diakali dengan struktur B, senjata C bisa ditangkal dengan perisai D, bom E bisa dijinakkan dengan alat F, kekerasan G masih bisa ditaklukkan dengan kekerasan H, dan seterusnya. 

Lalu, apa hubungannya dengan pilkada sih kalau tidak mengidentikkan Ahok-Anies dengan Yesus-Barabas? Hubungannya ada pada conscience tadi. Kembali saja pada conscience sebelum menentukan pilihan. Artinya? Telaah saja para calon pemimpin itu dengan kacamata conscience, bukan agama, bukan suku, bukan ras, atau orientasi seksual misalnya. Conscience akan menang, tetapi tidak selalu klop dengan paradigma biasa mengenai kemenangan. Dalam paradigma biasa, conscience kalah: di Suriah, Palestina, Mesir, Afrika, Eropa, Amerika, dan seterusnya. Akan tetapi, justru pada kekalahan conscience itulah terkuak kebenaran yang secara ironis dijauhi manusia.

Ya Allah, bantulah kami untuk jujur pada conscience yang menuntun kami kepada-Mu. Amin.


HARI JUMAT SUCI
24 April 2017

Yes 52,13-53,12
Ibr 4,14-16;5,7-9
Yoh 18,1-19,42

Posting 2016: Jumat Suci: Keheningan Cinta
Posting 2015: A Faith that Never Dies

Posting 2014: Good Friday: The Turning Point

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s