Transformed Women

Beredar banyak meme tentang the power of emak-emak terkait dengan bagaimana mereka berkendara motor. Mereka ada di atas hukum. Turn signal pada motor mereka tak bisa dipercaya begitu saja. Lampu tanda belok kanan bernyala, misalnya, berarti “Tadi saya habis belok kanan”. Akan tetapi, siapa sangka bahwa emak-emak itu punya peran besar dalam peristiwa Paska? 

Para perempuan itulah yang datang ke makam untuk menyelesaikan ritual pemakaman. Maklum, beberapa jam setelah wafat Yesus sudah mulai hari Sabat dan sebagai orang Yahudi yang baik, murid-murid dan para perempuan itu juga tidak melakukan pekerjaan seperti diatur dalam hukum mereka. Lha, kalau mau melanjutkan pada sore hari setelah Sabat kan ya sudah gelap. Masuk akal juga kalau ritual pemakamannya diselesaikan pagi-pagi setelah Sabat. 

Menariknya, yang dibuat para perempuan itu sebetulnya justru menunjukkan bahwa mereka jebulnya tidak memahami warta kebangkitan yang diomongkan Yesus sebelumnya. Mereka berpikiran bahwa jenasah Yesus itu akan terus di makam. Bukan hanya para perempuan itu sih, murid-murid juga gak ngeh dengan wacana kebangkitan yang dulu berkali-kali dikatakan Yesus. Tapi apakah orang zaman sekarang paham kebangkitan Yesus itu? Gak juga, bahkan orang Kristen pun gak otomatis paham kebangkitan Yesus itu bagaimana.

Ini bukan soal tahu bagaimana kebangkitan itu dijelaskan secara saintifik, melainkan soal memahami makna kebangkitan itu. Sudah saya jabarkan sih antara lain pada posting Don’t Worry, Be Happy (Easter) tetapi kalau tak ada contoh biasanya juga tak mudah dipahami. Lha ya contohnya apa wong memang kebangkitan Yesus itu tanpa preseden (alias beda dari ‘kebangkitan’ yang sebelumnya dibuat para nabi atau juga dibuat Petrus terhadap Dorkas, Kis 9,32-43). Yesus mengalami transformasi setelah kematiannya, yang memungkinkan dia menampakkan diri kepada para murid dengan tubuh yang sudah masuk dalam dunia ketiga, dunia kesatuan dengan Allah. Seperti apa tubuh yang masuk dalam kesatuan dengan Allah itu? Entahlah, tetapi yang penting ialah tubuh mulia itu menampakkan diri pada para perempuan dan perempuan itulah yang kemudian memberi pewartaan kepada murid-murid lainnya.

Barangkali sosok perempuan sekarang ini pun tetap menjadi perantara warta kebangkitan yang transformatif itu. Tiliklah misalnya kesaksian perempuan eks PSK yang semula begitu lekat dengan Kalijodo dan Ahok menjadi musuh besar baginya dan preman-preman Kalijodo karena menghancurkan tempat ia mencari nafkah. Ia ‘dipaksa’ mentransformasi hidupnya dan itu terjadi, juga karena sosok Ahok berangkat dari kepentingan bonum commune. Begini cuplikannya: Bayi gue lahir tanpa bapak tapi gue lihat Ahok bisa jadi bapak untuk anak-anak dari orang kurang beruntung kayak anak gue. Paling nggak, gue dan anak gue kalo sakit ditanggung pemerintah. Gue sekarang punya harapan. Gue akan jadi ibu yang baik. Gue sudah bilang ke anak gue sambil gue cium pipinya yang basah dengan air mata gue, “Kamu bisa jadi apa saja yang kamu mau, Nak.” Gue yakin dengan hal itu karena Jakarta sudah bukan lagi kota yang jahat buat kami. Selengkapnya silakan baca Pengakuan Eks Pelacur Kalijodo.

Ya Tuhan, selamat Paska!


MALAM PASKA A/1 (Vigili)
15 April 2017

Kej 1,1.26-31a
Kej 22,1-18
Kel 14,15-15,1
Yes 54,5-14
Yes 55,1-11
Bar 3,9-15.32-4,4
Yeh 36,16-17a.18-28

Rm 6,3-11
Mat 28,1-10

Posting Tahun 2016: Malam Paska: Salah Alamat? 
Posting Tahun 2015: Don’t Worry, Be Happy (Easter)
 
Posting Tahun 2014: Mau Bukti Kebangkitan Kristus
 
*

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s