Parade Maido

Juga dalam peristiwa Paska ada suasana kampanye gelap yang hendak menutup kemungkinan menyebarnya warta kebangkitan: makam dijaga tentara sebagai antisipasi supaya jenasah tak dicuri murid-murid yang mau mengklaim adanya kebangkitan. Ini aneh, karena sang murid-murid itu sendiri gak ngeh soal kebangkitan! Pokoknya perlu ada gerakan maido. Kata tetangga sebelah saya, maido itu kata kerja yang berarti tidak percaya, bukan pada halnya, melainkan pada orang yang menyampaikannya. Itu berarti, bisa jadi orangnya percaya pada kebenaran, tetapi entah demi apa, ia menyangkal apa yang dikatakan oleh orang yang menyampaikan kebenaran itu. 

Maka, bisa jadi orang menganggap kebenaran sebagai hoax bahkan sebelum kebenaran itu menguakkan diri, semata-mata karena disampaikan oleh lawan. Ini mirip dengan masa kampanye panas tahun ini: lalu lalang berita ini itu yang verifikasi kebenarannya susah. Yang benar dianggap salah, yang salah dianggap benar. Yang melakukan plagiasi menganggap karyanya dijiplak pihak lawan. Yang berpotensi melakukan kecurangan membuat gertakan dulu bahwa pihak lain berpotensi melakukan kecurangan.

Akan tetapi, prinsip ini berlaku sepanjang segala abad: roh baik tak bisa menggunakan cara curang yang mengkhianati kebaikannya, sedangkan roh jahat bisa menggunakan topeng, slogan, semboyan, wajah kebaikan. Atas dasar prinsip ini penganut bumi-bulat akan mengernyitkan dahi kalau ada tokoh yang berkoar-koar: korupsi, maling gapapa yang penting hasilnya untuk agama, yang penting satu agama. Kalau orang beragama mengernyitkan dahi atas pernyataan yang mirip-mirip seperti itu, ia boleh yakin bahwa ia tidak sedang ditipu roh jahat yang memakai topeng kebaikan agama.

Kisah yang disodorkan bacaan hari ini secara simbolik bisa ditafsirkan sebagai pedoman untuk membongkar gerakan maido. Yohanes dan Petrus berlari menyusul perempuan-perempuan ke makam kosong. Yohanes yang lebih muda sampai di tempat terlebih dahulu, tetapi ia tidak masuk. Ia berhenti dan mencoba melihat situasi dengan intuisinya. Rasa-rasanya ia mencium bau-bau kebangkitan tanpa perlu investigasi lebih lanjut. Akan tetapi, ia tidak mau langsung berkoar-koar. Ia menanti Petrus tiba di situ dan membiarkannya masuk untuk melihat secara lebih detail.

Ada baiknya orang mengasah intuisi rohaninya juga dengan mempertimbangkan institusi tempatnya bernaung. Dalam Tradisi Katolik, memang Petrus adalah simbol institusi Gereja, sementara Yohanes sebagai murid yang dikasihi adalah sosok yang kharisma pribadinya kuat. Gerakan maido tumbuh subur ketika orang hanya main klaim atas dasar intuisi pribadi yang tak mau ‘dikonfrontasikan’ dengan kharisma institusi. Bukankah aneh kalau orang beragama menggunakan kekerasan untuk menyatakan agamanya sebagai pembawa damai? Yang begini ini menjadi alasan bagi orang untuk maido dan jadilah kita melakukan parade maido.

Parade maido mana yang lebih manjur? Silakan dipikir-pikir sendiri ya. Pokoknya semoga terang kebangkitan itu menumbuhkan harapan supaya orang tidak maido terhadap karakter yang integritasnya teruji lewat kesaksian hidupnya, apapun label agama, suku, ras, golongan yang dilekatkan kepadanya. Paidolah karakter yang rekornya bagus dalam menghancurkan nilai-nilai integritas kemanusiaan. Selamat datang dalam kingdom of conscience.

Ya Tuhan, semoga kami semakin jeli mengenali pribadi yang integritasnya sinkron dengan keluhuran-Mu, keluhuran kemanusiaan. Mohon rahmat supaya kami memiliki integritas itu pula. Amin.


HARI RAYA PASKA KEBANGKITAN TUHAN
16 April 2017

Kis 10,34a.37-43
Kol 3,1-4
Yoh 20,1-9

Posting 2016: Bukan Yesus Yang Mati  
Posting 2015: Selamat Paska, Jangan Lelah

Posting 2014: Bukan Bukti, melainkan Saksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s