Mau Bukti Kebangkitan Kristus?

Jawabnya gampang: gak ada! Wong ini soal percaya gak percaya kok. Kalo’ pake bukti mah namanya sains atau ilmu pengetahuan dalam the kingdom of science (bukan conscience)! Kisah Injil hari ini, meskipun bahas soal makam kosong dan keyakinan orang dekat Yesus bahwa Dia tak ada lagi di antara orang-orang mati, sama sekali gak bilang bahwa kebangkitan Yesus sudah terbukti! Paling banter, makam kosong dan keyakinan itu bisa jadi modal kepercayaan bahwa Yesus telah bangkit, tetapi tidak membuktikan apa-apa.

Menurut Injil Matius (28,1-10), pagi-pagi benar beberapa perempuan mendatangi makam Yesus dan terjadi sesuatu yang luar biasa: malaikat menggeser batu makam dan terjadilah gempa bumi. Atau kalau tak percaya, anggaplah kok ya ndelalahnya pas perempuan2 itu ke makam, terjadilah gempa dahsyat yang menggeserkan batu makam itu; dan tentara penjaga makamnya sampai gentar ketakutan. Mana yang benar, ya ndak tahu. Matius juga kan gak ada di situ sewaktu gempa terjadi! Tapi memang poinnya bukan soal siapa saja yang pergi ke makam dan bagaimana keadaan mereka saat itu.

Pokoknya, makam sudah kosong tapi ada malaikat mengingatkan mereka bahwa yang mereka cari gak ada lagi di situ karena telah bangkit. Malaikat menyuruh mereka melihat tempat Yesus semula dibaringkan. Nah, gak ada kan?! Lha iya, tapi itu kan bukan bukti kebangkitan! Alih-alih bahas soal barang bukti, malaikat memberi mandat supaya mereka memberitahu para murid bahwa Yesus sudah bangkit dan mendahului mereka ke Galilea. Nah, pada saat mereka bergegas menjalankan mandat, malah Yesus menjumpai mereka. Mereka memeluk kaki Yesus dan sujud kepadanya. Ini simbol bahwa mereka percaya kebangkitan Yesus. Yesus mengulang mandat malaikat tadi. Demikianlah, murid-murid pasca penyaliban hidup dalam ketakutan dan tercerai berai. Mereka akan dikumpulkan kembali, bukan dalam ketakutan melainkan dalam kedamaian batin, entah di Galilea atau di mana pun.

Kedamaian batin ini tidak meniadakan aneka pertanyaan kritis (dan krisis) yang muncul selama drama sengsara dan salib Kristus. Kebangkitan Kristus tidak menghentikan aneka pergulatan hidup manusia, bahkan tidak menjawab problem penderitaan manusia! Orang yang mengimani kebangkitan Kristus tetap punya aneka problem dan pertanyaan yang mungkin tak terpecahkan. Pertanyaan-pertanyaan dan problem pergulatan itu tetap muncul, tetapi tidak mengacaukan orang karena semuanya bisa dihandle dengan batin yang telah disulut kebangkitan Kristus tadi: damai dan krasan dengan diri sendiri tetapi tetap dalam sosialisasi dengan umat yang lain seperti malaikat dan Kristus sendiri memandatkannya….

Orang tetap boleh tanya mengapa Gereja Katolik bla bla bla, orang boleh diserang mengenai Paus, mengenai kontradiksi imam-imamnya, aneka pelecehan, dan lain sebagainya; pasca kebangkitan, pertanyaan2 itu tidak lagi relevan, bukan karena jawabannya sudah ditemukan, melainkan karena itu semua bukan yang pokok. Yang pokok adalah kebangkitan Kristus membenarkan semua yang telah dikatakan dan diperbuat-Nya di tengah-tengah orang Yahudi… untuk itu, orang bisa tenang dan damai jika bersatu dengan kebangkitan Kristus.

MALAM PASKA

Mungkin memang Gereja Katolik adalah institusi keagamaan yang paling akrab dengan simbol: tanda salib, lilin, dupa, tabernakel, berlutut, cium salib, air suci, warna liturgi dan lain sebagainya. Upacara cahaya pada malam Paska mendahului Pujian Paska dan sembilan bacaan (ya sama teman boleh deh jadi tiga bacaan kalau dipandang perlu), mulai dari (1) kisah penciptaan semesta sebagai petunjuk kekuasaan Allah dan setiap ciptaan dipanggil untuk hidup bersatu dengan Allah. Untuk itu diperlukan (2) iman seperti iman Abraham, yang membuahkan (3) tindakan Allah menolong umat-Nya ketika tak ada tempat berlindung lagi. (4) Janji Allah itu dipenuhi-Nya secara setia dan (5) umat Allah diajak untuk datang kepada-Nya yang secara nyata hadir dalam diri Kristus, (6) Sang Kebijaksanaan Allah di tengah manusia. Kalau manusia tak bertobat, ia bakal menanggung risiko hukuman Tuhan, tetapi toh (7) Allah tetap menginginkan hati keras umat-Nya berubah menjadi hati baru dengan pengampunan melalui Kristus. Caranya? Ya (8) bersatu dengan Kristus itu melalui pembaptisan dan hidup baru. Lha kok gampang banget?!!! Bejat-bejat dulu selama mungkin lalu kalau sudah mau mati tinggal minta baptis???? Mesti wae poinnya bukan formalitas baptisannya, melainkan bahwa orang sungguh jadi manusia baru, manusia yang bangkit bersama Kristus. Bukankah itu juga makna pertobatan: kebangkitan Kristus memantik hidup orang?

3 replies

    • Halo Damar, tentu saja ya; mengikuti Kristus selalu ada dlm tegangan (wong Kristus sendiri sudah menunjuk pada tegangan Allah-manusia kok). Makanya orang mesti terus koreksi diri jangan2 dia ekstrem ke kutub tertentu: hati damai tapi tak berbuat apa2 utk menghadapi konflik; nyanyi puji2an dan adorasi begitu semangat tapi tak punya empati pada kemiskinan struktural; ato sebaliknya, orang jatuh pada aktivisme sbg pejuang sosial tapi tak punya kepasrahan pd Tuhan yang mahakuasa… pokoknya susah deh, kalo gampang mah gereja malah krisis, susah nampung orang yang mau cari mudah, hehe…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s