Jalan Peziarah

Cinta: satu dari sekian kata yang di hadapannya orang cuma bisa diam atau malah tak ada batas untuk nyinyir dari generasi ke generasi. Barangkali pada saat orang diam, dia malah berjumpa sungguhan dengan cinta sejatinya yang punya konsekuensi, kalau bukan tuntutan, baginya untuk pergi dan mengelola sesamanya dalam terang yang sama yang diperoleh dari cinta sejatinya.

Adegan bacaan hari ini sebetulnya agak-agak gimana gitu. Andaikan ada orang yang berkhianat kepada Anda setelah dia tampak begitu menggebu-gebu kepada Anda. Tentu Anda perlu bergumul dengan diri Anda sendiri untuk mengampuni orang yang mengkhianati Anda itu sebelum Anda menerimanya kembali. Momen menyentuhnya adalah pada saat Petrus datang kepada Yesus dan si Yesus malah bertanya sampai tiga kali kepada Petrus dengan rumusan yang kurang lebih sama: apakah kamu mengasihiku?

Mengapa menyentuh? Pada pertanyaan ketiga kalinya, Petrus terdiam sedih. Dia ingat sudah pernah tiga kali menyangkal temenan sama Yesus. Itu menyedihkan, seakan membuka luka yang relatif belum lama terjadi. Akan tetapi, Yesus juga pasti bukan sedang roman-romanan. Bukan poinnya untuk membuka luka, menegur, menyindir, atau melakukan bullying, apalagi persekusi! Dia benar-benar tanya sedemikian rupa supaya Petrus memikirkannya sungguh-sungguh sampai ia pun tersadar akan kerapuhannya. Dia terdiam karena saking sedihnya, tapi kemudian terlontar kata-kata dari mulutnya,”Yesus, kamu tahulah semua, kamu tahu bahwa aku sungguh mencintaimu.”

Maksudnya: tak sanggup aku mencintaimu seperti engkau mencintaiku, tetapi aku sungguh ingin mencintaimu secara sederhana. Petrus tak bisa dari dirinya mengukur kualitas cintanya. Seakan-akan dia hendak katakan bahwa dia tak kuasa menata kerapuhannya tetapi dia sungguh ingin mencintai gurunya itu. Hebat! Petrus yang garang itu menjadi rendah hati dan pada momen itu malah dia mendapat kepercayaan untuk menuntun ziarah teman-temannya pada kerapuhan cinta yang dipeluk Allah: cinta yang tak lagi obsesif, yang mengalami kebebasan atas jerat masa lalu dan berfokus pada tugas mulia untuk keluar dari dirinya, dunia yang terbuka lebih lebar lagi komplet dengan jalan peziarahannya.

Ya Allah, mohon kerendahan hati dan kehendak kuat untuk senantiasa berpaut pada-Mu. Amin.


HARI JUMAT PASKA VII
2 Juni 2017

Kis 25,13-21
Yoh 21,15-19

Posting Tahun 2016: Cinta Pret
Posting Tahun 2015: Makin Suci, Makin Banyak Dosa
Posting Tahun 2014: More Than Words…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s