Merampas Anugerah?

Kekayaan itu anugerah Tuhan, sedangkan kemiskinan adalah akibat ulah kaum the haves itu! Wuaaa… sangar sekali kata-kata ini, seakan-akan menimpakan penyebab kemiskinan adalah orang-orang kaya; padahal tak sedikit dari kemiskinan yang penyebabnya ialah kemalasan, kebodohan orang miskin itu sendiri. Atau kalau mau memberi kesan untuk tidak menyalahkan orang miskin, penyebab kemiskinan itu diletakkan pada faktor pendidikan, kesempatan kerja, politik dan sejenisnya. Lha njuk yang membuat faktor pendidikan amburadul atau kesempatan kerja kecil atau politik tak berpihak pada orang miskin itu siapa toh? Apa orang miskin sendiri? Ihik ihik ihik…

Omong-omong, bagi yang merasa tersinggung oleh kalimat pertama tadi, tak perlu ge er ya karena belum tentu Anda tergolong the haves itu. Kelompok the haves yang dimaksud di situ pasti tidak membaca blog ini kok, hahaha. Apalah arti blog ini bagi segelintir orang kaya yang menguasai mayoritas kekayaan alam dunia ini yang mestinya mencukupi kebutuhan seluruh warga dunia? Cuma bikin sepet aja.

Teks hari ini memang beda dengan Sabda Bahagia pada tulisan Matius. Di sini cuma ada empat sabda bahagia dan dibumbui empat sabda celaka juga. Mungkin, ini cuma mungkin lho ya, mungkin itu malah membantu pembaca supaya tidak cepat besar kepala dengan sabda bahagia. Mungkin dengan membaca teks ini orang terbantu untuk tidak sampai pada kategori the haves yang memakai anugerah Tuhan itu untuk mengeruk apa saja sehingga bisa menguburkan banyak orang miskin di situ: mereka yang kekurangan air bersih, yang kelaparan, kekurangan gizi, kurang pendidikan, dan sebagainya. Mungkin orang bisa mengendalikan diri sendiri supaya tidak lebay dengan apa saja yang bisa digenggamnya, mengingat begitu banyaknya orang yang tak kuat menggenggam apa-apa.

Semoga memang betul bahwa kekayaan kita itu anugerah Tuhan, bukan rampasan hak yang semestinya dimiliki oleh begitu banyak orang miskin. Tuhan, mohon rahmat supaya anugerah-Mu sungguh menjadi sarana untuk memuliakan sesama di hadapan-Mu. Amin.


HARI RABU BIASA XXIII A/1
Peringatan Wajib S. Yohanes Krisostomus
13 September 2017

Kol 3,1-11
Luk 6,20-26

Rabu Biasa XXIII C/2 2016: Hidup Seolah-olah
Rabu Biasa XXIII B/1 2015: Besar Upahmu di Surga

Rabu Biasa XXIII A/2 2014: Married Oke, Jomblo Bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s