Move On Lagi

Everyone has a past. Everyone has a secret. Everyone is a suspect. Begitulah teks yang ditampilkan pada film Murder on The Orient Express. Pesan yang saya tangkap ada pada mulut Hercule Poirot di akhir film karena pada awal film disajikan kesempurnaan dua telur yang semestinya seimbang, sejajar, seukuran. Di akhir kisah terkuaklah misteri pembunuhan yang akhirnya Poirot sendiri tak bisa menilai atau menghakiminya berdasarkan konsep keadilan yang diukurnya seperti dua telur yang sama tinggi. Ia kembali kepada suara hatinya.

Katanya, “I have understood that the scales of justice cannot always be evenly weighted. And I must learn, for once, to live with the imbalance.” Ini tak bisa saya jelaskan di sini, nanti malah jadi spoiler filmnya dong. Mengharukan bahwa Poirot menatap ke depan: kita semua hanyalah orang-orang yang berhak mendapat kesempatan lain untuk hidup. Tentu saja, dengan masa lalu, rahasia, kerapuhan yang rupanya bisa jadi belum selesai urusannya dengan diri kita. Lagi-lagi ini mengingatkan saya pada tema film Magnolia. We might be through with the past, but the past ain’t through with us.

Bilangnya sih sudah move on, sudah melupakan masalahnya, dan bla bla bla, tetapi masa lalu itu bisa bekerja di bawah kontrol kesadaran orang dan tak mengherankan bahwa peristiwa di atas kereta Orient Express itu bisa terjadi. Trus, apa hubungannya dengan bacaan hari ini je, Mo? Apa harus dihubungkan? Hahaha…. lha katanya blognya mengambil inspirasi dari bacaan harian, ya kudu ada hubungannya dong! Mati’ aku.

Hubungannya ada pada panggilan orang beriman yang disodorkan dalam bacaan itu toh: aneka rahmat yang memungkinkan orang untuk menyembuhkan orang sakit, memberi kesempatan hidup, mengusir roh jahat, dan sebagainya itu, diberikan secara cuma-cuma, maka berikan, sebarkan juga secara cuma-cuma. Orang beriman membebaskan dirinya dan sesama dari belenggu perhitungan manusiawi belaka karena mendengarkan panggilan di kedalaman suara hatinya. Dengan pertimbangan macam itu, Poirot menyentak orang-orang yang terlibat dalam pergumulan batin mereka dan mengarahkan perhatian pada hidup baru yang lebih berperikemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, persatuan Indonesia… (kok diulang lagi, gak kreatip).

Ya Allah, besarkanlah hati kami supaya dengan lapang dada menularkan karuniamu supaya bermanfaat bagi semakin banyak orang. Amin.


HARI SABTU ADVEN I
9 Desember 2017

Yes 30,19-21.23-26
Mat 9,35-10,1.6-8

Posting 2015: Gunanya Jatuh Cinta
Posting 2014: Pintar Tanpa Cinta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s