Bukan Sekadar Gosip

Sosok yang ditampilkan pada minggu kedua persiapan Natal ini adalah Yohanes Pemandi atau Pembaptis. Yang mungkin baik direfleksikan adalah perannya sebagai perintis kabar gembira. Orang tahu bagaimana ia mewartakan kabar gembira: dengan menyampaikan kebenaran, tanpa basa-basi, apalagi membolak-balik antara yang benar dan palsu.

Memang begitulah kabar gembira, bukan bahwa soal efeknya membuat pendengarnya merasa gembira atau senang, melainkan bahwa kabar itu membawa kelegaan, kebebasan, jika orang mendengarkan dan merealisasikan kebenaran yang dimuatnya. Prinsipnya sama dengan konsolasi dan desolasi gitu deh. Karena itu, pewarta kabar gembira memang berperan menyampaikan kabar kebenaran itu. Bagi Herodias membawa desolasi, bagi para pengikutnya tentu membawa konsolasi.

Tetangga jauh saya punya teman, sebut saja namanya Antok, toh Anda tak tahu apakah ini nama sebenarnya atau bukan, yang untuk sekian lama jatuh dalam hidup yang gelap, tanpa orientasi pada kebenaran. Tetangga saya ini bukannya tidak tahu kehidupan gelap si Antok, lha wong Antok sendiri tahu bahwa ia hidup dalam dunia gelap (apa sebangsa di gua gitu ya?). Tetangga saya ini tetap setia hadir bagi Antok jika memang Antok butuh mengobrol dengan tetangga saya [maklumlah, ngobrol sama saya susahnya setengah mati]. Dalam kehadirannya itu tetangga saya juga tak pernah bosan menyatakan sesatnya hidup si Antok, jika memang itu perlu disampaikannya setiap saat.

Tetap hadir dekat dengan, katakanlah saja, pendosa, dan tidak semata membenarkan keberdosaannya, barangkali menjadi upaya yang lebih baik dalam membantu si Antok dalam pertobatannya. Sepertinya itu lebih kondusif daripada cuma nggosip, tentu saja. Nggosip ini seperti menghakimi seseorang tanpa menemaninya, menilai tanpa memberinya harapan untuk bertumbuh, dan seterusnya. Yohanes Pembaptis memberi contoh bagaimana orang tak rikuh dengan kabar gembira dan meletakkan pewartaannya sebagai persiapan, bukan penghakiman, penilaian, dan sejenisnya. 

Ya Tuhan, sadarkanlah kami bahwa tugas kami adalah menanamkan benih kabar gembira-Mu, mempersiapkan lahan hidayah-Mu. Semoga kami tidak berpretensi untuk menjadi hakim-Mu terhadap sesama. Amin. 


MINGGU ADVEN II B/2
10 Desember 2017

Yes 40,1-5.9-11
2Ptr 3,8-14
Mrk 1,1-8

Posting Minggu Adven II B/1: Ngapain Jadi Pertapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s