Dasar Majenun

Dulu saya pernah ikut main teater dan pada skrip ada kata majenun yang saya tahu maksudnya, tetapi baru setelah sekian puluh tahun saya mengerti dari mana datangnya ungkapan itu. Tak lain dan tak bukan, datangnya dari bahan paper akhir yang sekarang ini sedang saya buat nih dan papernya belum selesai! Moga-moga tak jadi majenun deh.

Ini saya kutipkan secuil dari narasinya, bukan bagian kernel alias pokoknya, melainkan sattelite, tapi bisa jadi narasi sendiri:
There was once a partridge, which, when hunting, espied an ant, and seized in its beak one of the ant’s legs. It was just about to swallow it when the ant laughed and shouted: ”Partridge, to laugh as I do, that’s one thing you are not capable of”
The partridge was greatly upset. It did not stop to think; it just opened its beak to laugh heartily and said: “Really, it is my tum to laugh, and not yours.” But by that time the ant had escaped from the re-opened prison, and the silly partridge was left alone in the field.
‘Man, if he laughs at the wrong time, will fare no better; he will regret with tears that he laughed too soon.

Pesannya diletakkan di kalimat terakhir ya. Apa hubungannya dengan bacaan hari ini yang menampilkan sosok Zakaria ya? Ya kalau gak ada gak usah dipaksakan. Tapi mungkin baik juga dipertimbangkan supaya orang tidak ‘terlalu bijak’. Piye jal, jadi bijak aja ga tau gimana kok malah dihimbau supaya tak terlalu bijak.

Ya tak perlu susah-susah mikirnya. Kadang kala itu orang begitu bangga dengan rasa bijaknya, padahal itu tak lain hanya kebijaksanaan dunia sini toh. Kalau berpuas diri dengan kebijaksanaan dunia sini malah bikin orang tak lagi berani mengambil tindakan yang berbau-bau majenun, yang jangan-jangan malah di situlah Gusti Allah memberikan tuntunan. Nah lo… piye jal. Apes gak kalau kejadiannya seperti yang dialami Zakaria? [Apes untung siapa yang tahu sih… yang penting cantolannyalah ke mana]

Ya Tuhan, mohon rahmat kebijaksanaan secukupnya. Amin.


HARI KHUSUS ADVEN
Selasa, 19 Desember 2017

Hak 13,2-7.24-25a
Luk 1,5-25

Posting 2016: Sahabat Syaiton
Posting 2015: Imam Dukun
 
Posting 2014: Tong Kosong BerbuNyi NyiNyiR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s