Ge Er Dikit Bolehlah

Judul personal blog ini berarti ‘menuju Tuhan’, tetapi itu dibuat dengan kesadaran bahwa pencarian Allah itu tak berjalan searah. Tidaklah fair menyebut manusia peziarah pencari Allah tanpa kesadaran bahwa Allahlah yang mencari manusia. Juga tidak tepat menggadang-gadang bahwa orang beragamalah yang sungguh-sungguh mencari jalan menuju Tuhan karena Tuhan pun mencari jalan menuju manusia, entah beragama atau tidak.

Pernyataan Yohanes Pembaptis dalam teks hari ini menginsinuasikan pengertian itu. Yohanes tahu bahwa inisiatif iman itu senantiasa berawal dari Allah. Ini bukan omongan suci-suci kok, cukup dari tinjauan epistemologi saja, atau mungkin lebih tepatnya fenomenologi (halah omong apaan sih…). Anda menangkap suatu hal karena hal itu sendiri terlebih dahulu menampakkan diri kepada Anda melalui indera yang Anda miliki. Gadis cantik, cowok ganteng, kecelakaan di pinggir jalan, kembang api terlarang, petasan, dan sebagainya. Semuanya Anda perhatikan setelah hal-hal itu ‘menampakkan’ diri kepada Anda. Lucu kan kalau orang sedang jatuh cintrong itu, kebon saja bisa jadi taman indah dan batang pohon identik dengan gadis cantik cowok ganteng tadi. Ilusi.

Terhadap Allah, memang tidak sepenuhnya bisa disamakan, karena indra yang berfungsi bukan lagi hanya penglihatan, pendengaran, dan sebagainya, melainkan indra rohani. Tapi itu malah lebih jelas lagi karena berarti Allah sendiri yang menelusup ke indra-indra tadi, menggerakkan intensionalitas inderawi itu. Contohnya kalau Anda memang punya komitmen kepada Allah, Anda tak perlu menutupi mata Anda dengan kaca mata blur untuk melihat pemandangan jorok, karena indra rohani Anda sudah melihat dengan cara berbeda.

Iman, dengan demikian, bukan pertama-tama soal mengalahkan pihak lain (dengan menyalahkan, menghina, merendahkan, memfitnah, dan sejenisnya), melainkan menerimanya. Anda tak perlu beragama apapun untuk mengerti bahwa Allah Mahabesar itu ingin menjumpai manusia. Yang dirayakan orang Kristen pada masa ini ya sebetulnya cuma itu tadi: Allah mau menjumpai umat-Nya. Maka, manusia semestinya sih membiarkan dirinya dijumpai Allah.

Apa artinya membiarkan diri dijumpai Allah?
Jika kata ‘agama’ diidentikkan dengan rangkaian ritus, liturgi, ortodoksi ajaran demi menjumpai Allah, orang mesti waspada bahwa itu semua adalah upaya manusia (meskipun klaimnya ya dapat wangsit dari Allah). Semestinya ‘agama’ jauh lebih besar dari itu: Allahlah yang mendekat, Dialah yang berinisiatif menjumpai manusia. Bukankah yang bersembunyi di taman Firdaus itu Adam dan Hawa? Bukan Allah yang absen, melainkan manusia, yang tak mau menerima Allah yang hendak menjumpainya.

Untuk beriman sungguh, sebenarnya orang cukup membiarkan diri supaya ditemukan Allah. Kalau dia malah bersibuk ria dengan aneka aturan yang toh dibuat manusia sendiri (meskipun, sekali lagi, klaimnya berasal dari Allah), agama gagal menjalankan fungsinya sebagai perwujudan iman orang-orang di dalamnya. Iman lebih dari sekadar percaya akan sesuatu, atau bertindak seturut aturan tertentu. Iman adalah soal pengalaman, dan menurut saya, Natal sebetulnya ya cuma mengingatkan orang akan pengalaman peziarahan untuk menerima diri dijumpai Allah itu. Ge eR dikit boleh deh dalam hal ini karena manusia berharga di hadapan-Nya.

Ya Allah, mohon rahmat keterbukaan hati supaya kami mampu membiarkan diri ditangkap oleh cinta-Mu. Amin.


HARI BIASA MASA NATAL
Rabu, 3 Januari 2018

1Yoh 2,29-3,6
Yoh 1,29-34

Posting 2017: Oh Guru Agama 
Posting 2015: Orang Beriman Itu Telmi

2 replies

  1. Halo Romo

    Agama dan segala aturannya harus di maknai sebagai ungkapan kepasrahan dan cinta yang sebenarnya datang dari NYA.. iman semestinya melampaui dan mengatasi segala dogma doktrin, hukum – hukum sampai ke suatu kesadaran bahwa manusia dipersatukan dan dikuatkan oleh Sang Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Misteri.. begitukah?? Salam😕dalam keraguan atas pendapat saya sendiri😯

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s