Pemimpin Siluman

Pesta yang dirayakan Gereja Katolik mengenai Tahta hari ini melayangkan pikiran saya pada kelebatan-kelebatan sosok pemimpin kontemporer di negeri ini. Ada yang menarik simpati, ada pula yang menarik antipati. Ada yang mengharukan, ada juga yang menghantukan. Ada yang omongnya kikir, yang lainnya suka ngecipris. Beberapa saya tak pernah dengar namanya tetapi kalau melihat reportase, kerjanya berdampak bagi kepentingan publik.

Tentu tak banyak gunanya melihat sosok pemimpin di luar sana, atau bahkan melihat sosok Petrus yang dikisahkan dalam teks bacaan hari ini, tanpa melihat diri sendiri: bagaimana kualitas kepemimpinan itu hidup dalam diri ini.

Apapun tahtanya, setiap orang adalah pemimpin. Bagaimanapun kualitas orangnya, kalau ia sudah memiliki tahta tertentu, tahta itu memuat tanggung jawab tertentu. Memang ada privilese juga dari tahta itu dan privilese itu bukan bentuk ketidakadilan juga. Boleh dong presiden dibebaskan dari kemacetan atau polisi diberi prioritas dalam menjalankan tugasnya. Akan tetapi, ya itu tadi, privilese merepresentasikan keadilan kalau digunakan untuk melayani kepentingan yang lebih luas.

Sebaliknya, kalau orang yang bertahta itu, seberapapun tingginya, memanfaatkan privilesenya untuk mencari kemudahan diri sendiri, integritas kepemimpinannya merosot, legitimasinya pun bisa melayang. Ini tentu tak berlaku kalau orang-orang yang memberi legitimasi itu tolol, mudah ditipu dan ditakut-takuti misalnya oleh hal-hal yang berbau keagamaan. Ada saja orang Katolik di tempat tertentu, saat ditegur dengan penjelasan rasional bergeming, tak bisa mengubah perilakunya yang merugikan orang lain, begitu pastornya mengatakan “Tuhan akan mengutukmu” barulah keringat dingin keluar dan orang ini ketakutan dan terpaksa mau mengubah perilakunya. Wah, kalau saya jadi pemimpin untuk orang-orang seperti itu, bisa-bisa saya kaya raya sampai tujuh seperempat turunan dengan bawa-bawa nama Tuhan! [Isa duwe keturunan pa, Ma? Hahaha…. ya’ ya’ o]

Tuhan, mohon kerendahan hati supaya kami setia melayani Engkau. Amin.


PESTA TAKHTA S. PETRUS
Kamis Prapaska I
22 Februari 2018

1Ptr 5, 1-4
Mat 16,13-19

Posting Tahun 2017: Pak Teguh
Posting Tahun 2016: Roma Locuta,
Causa Finita! 
Posting Tahun 2014: Papa Francesco

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s