Agama Keledai

Saya bagikan cerita populer mengenai kejadian aneh yang dilakukan seekor keledai di hadapan Santo Antonius dari Padua. Ini berkenaan dengan hari raya yang diadakan Gereja Katolik hari ini, tapi pembagian cerita ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk membuat pembaca jadi Katolik, ora babar blas, none of my business!

Cerita ini ada di internet, mudah dicari. Konon ada seorang pedagang kaya raya yang menentang ide kehadiran Kristus dalam Ekaristi yang dirayakan Gereja Katolik. Setelah mendengarkan khotbah Antonius, ia menguraikan semua alasannya untuk tidak memercayai apa yang dianggapnya sebagai dongeng itu. Ia menantang Antonius dengan bertaruh. Ia mengusulkan untuk membuat seekor keledai kelaparan selama tiga hari, dan melihat apakah keledai itu memilih untuk makan jerami atau hosti (itu loh roti yang dibagi-bagikan pada saat misa). Antonius, karena dipojokkan di muka umum [mungkin juga karena tak ada pekerjaan lain], menerima tantangan tersebut dan jadilah si pedagang kaya itu membawa keledainya dan mengikatnya ke sebuah pos yang terbuka supaya dapat diamati oleh semua orang dan tidak memberi makan keledai itu selama tiga hari. Sementara itu, Antonius pergi ke hutan dan berpuasa.

Ketika hari yang ditentukan tiba, Antonius keluar dari hutan dan mencari Gereja setempat untuk mengambil hosti suci yang disimpan dalam tabernakel dan pergi ke tempat keledai itu diikat. Saat itu, penantangnya telah menempatkan tumpukan jerami yang bagus, tidak jauh dari keledainya.
Ketika ikatannya dilepas, keledai berjalan [mosok melompat-lompat] menuju tumpukan jerami. Persis ketika keledai itu mencapai jerami, Antonius mengangkat tinggi hosti suci di tangannya dan berseru,”Atas Nama Tuhan Allah, kuperintahkan kau untuk datang ke sini dan memuji Penciptamu!”
Keledai terhenti mendadak dengan kaki belakangnya seolah tertarik kekang, berbalik, dan berlari ke hadapan Antonius, menjatuhkan diri dengan kaki depannya, kaki belakangnya melebar, dan meletakkan kepalanya ke tanah, seperti gambar berikut ini [maaf keledainya membokongi Anda].

Saya tidak melanjutkan ceritanya karena berbau-bau sponsor. Yang mau saya sampaikan bukan soal apakah saya percaya cerita itu atau tidak, melainkan soal yang saya sampaikan dalam posting Salam Pandir. Saya tidak ingin pembaca blog ini beriman, entah apa pun agamanya, tapi jadi pandir. Saya tidak mendoakan Anda jadi saleh tapi naif. Saya tidak ingin Anda masuk dalam golongan orang yang didoakan Guru dari Nazareth “Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Saya mulai dengan kata yang menyerempet ‘sedekah’, yang sudah jamak dimengerti sebagai amal, yaitu ‘tzedakah’, bahasa Ibrani. Jangan khawatir, saya tidak paham bahasa Ibrani, tetapi di Wikipedia ada uraiannya (צדקה). Silakan klik tautannya kalau mau. Artinya: keadilan atau kebenaran.
Apa hubungannya dengan teks bacaan hari ini yang mengisahkan ribuan orang makan bareng dan cerita populer keledai Antonius tadi?

Begini. Orang beragama Katolik yang cuma peduli pada kesalehan individual akan hormat sekali pada hosti suci yang diimani sebagai Sakramen Mahakudus tetapi adorasi hormat bakti itu cuma kelihatan seperti keledai tadi, tak terealisasi dalam aksi atau tindakan berprinsip keadilan. Sedekah cuma dihayati sebagai kewajiban, bukan dalam rangka kesejahteraan bersama, melainkan demi kesucian individual.

Tuhan, semoga kami semakin mengerti keadilan-Mu. Amin.


HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS C/1
23 Juni 2019

Kej 14,18-20
1Kor 11,23-26
Lu
k 9,11b-17

Posting 2016: Broken Bread

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s