Ganti Klaster

Saya percaya pada esksistensi setan, yang inkubatornya adalah ketakutan orang, yang memayungi ketakutan roh jahat. Pada awal semester ini saya bagikan pengalaman konkret dalam posting Usir Penyetan. Dari situ saya semakin yakin bahwa yang pantas diwaspadai bukan kekuatan setan atau roh jahatnya sendiri, melainkan sikap parno terhadap kekuatan setan atau roh jahat itu. Tanpa kewaspadaan itu, orang sibuk pindah tempat atau paspor atau identitas tanpa pernah masuk ke dalam dirinya sendiri.

Dalam teks hari ini dinarasikan bagaimana roh jahat itu berpindah-pindah dari inkubator yang satu ke inkubator yang lain, dan tak pernah menerima kenyataan dirinya sendiri yang membutuhkan pertobatan. Di situ ditunjukkan bagaimana kekuatan jahat diasosiasikan dengan tiga hal: (1) kuburan, tempat orang-orang mati, (2) babi, yang dianggap najis, dan (3) danau/laut, yang dianggap sebagai simbol chaos bin kekacauan sebelum penciptaan oleh Allah. Dalam teks lain kekuatan jahat itu juga diasosiasikan dengan kata legion (Mrk 5,9). Saya pernah mendapat cerita ada orang yang kerasukan dan ketika ditanya identitasnya dijawab dengan suara ala Nenek Lampir bahwa dia adalah legion.

Mungkin yang kerasukan ini termasuk generasi nanggung, yang pernah dengar atau baca kata legion, tetapi tidak komplet bacaannya. Legion adalah nama kesatuan tentara kekaisaran Romawi yang mengeksekusi eksploitasi bangsa jajahan. Mereka ini representasi penindasan Romawi dan membuat begitu banyak orang tersingkirkan dari relasi sosial maupun identitas diri mereka sendiri. Begitulah legion: menciptakan tatanan menjadi chaos kembali, apa yang dibangun Allah hendak dikacaukannya; dan ini memang menakutkan.

Itulah gambaran keadaan orang-orang sebelum kedatangan Guru dari Nazareth. Mereka dicengkam ketakutan terhadap dua orang yang kerasukan itu, bahkan untuk melewati jalan tempat orang kerasukan itu ada. Bisa dimengerti. Kalau orang bertindak tak terkontrol, tanpa arah, tanpa tujuan, tambah lagi destruktif, itu memang bisa jadi teror yang menakutkan. Dalam keadaan seperti itu, orang bisa kehilangan nurani, pengendalian diri, dan otonominya. Ketularan ‘roh’ orang yang kerasukan tadi.

Guru dari Nazareth bisa saja mengusir roh jahat yang menguasai dua orang tadi, tetapi bukan roh jahat yang lain. Kok isa? Lha ya bisa. Memang tidak diceritakan dalam teks bacaan hari ini sih, tetapi dari teks paralelnya dikisahkan bahwa orang yang kerasukan tadi duduk, berpakaian, dan sudah waras. Artinya, mereka kembali kepada jati diri mereka sendiri. Tindakan mereka tidak lagi destruktif, tanpa arah, tanpa tujuan, tak terkontrol, tak jadi teror. Akan tetapi, ceritanya tak berhenti di situ.

Jebulnya, tidak semua berpindah ke inkubator yang mereka katakan, yaitu babi. Sebagian dari mereka, mungkin keponakan atau tetangga roh jahat itu, tidak lari masuk ke dalam babi, tetapi sebagian berpencar ke kota. Alhasil, orang-orang kota menolak Guru dari Nazareth. Bagi mereka, kembalinya orang kerasukan roh jahat ke dalam diri sendiri tidak lebih penting daripada keselamatan babi mereka. Bisa jadi, mereka takut usaha bisnis mereka terganjal jika semakin banyak orang yang connect dengan dirinya sendiri.

Begitulah, roh jahat senantiasa mencari payung ketakutannya pada ketakutan orang untuk berjumpa dengan dirinya sendiri sampai-sampai kehilangan otonomi dan tiada henti mencari rekognisi.
Ya Tuhan, bebaskanlah kami dari ketakutan yang membelenggu kami untuk mengikuti arah tujuan penciptaan-Mu. Amin.


RABU BIASA XIII A/2
1 Juli 2020

Am 5, 14-15.21-24
Mat 8, 28-34

Posting Rabu Biasa XIII A/2 2014: Setan dalam Babi

1 reply

  1. Before The Law

    Before the Law, stands a doorkeeper on guard.
    To this doorkeeper there comes a man from the country who begs for admittance to the Law

    The man, on reflection, asks if he will be allowed to enter the door leading into the Law

    The doorkeeper, it happened to be a priest, laughs and says
    Note that I am powerful, and i am only the lowest doorkeeper. From hall to hall, keepers stand at every door, one more powerful than the other

    Alas, look at those wide eyes, starring blankly at the sky with no tears left to cry

    He said to the doorkeeper
    Before the law, the fact, and the Truth
    I will tell the truth, the whole truth, and nothing but the truth

    I’m standing here to represent pigs on behalf of the law, the pigs that has been treated unfairly

    Father, ladies n gentlemen, based on national geographic, despite their reputation, pigs are not dirty animals
    They’re actually quite clean
    In the united states farm, raised pigs eat commercially made diets of mostly corn.
    In Europe, pigs eat barley based diets.
    In the wild, pigs eat everything from leaves, roots, and fruit to rodent and small reptiles.

    Pigs are among the smartest of all domesticated animals n are even smarter than dogs

    If they could speak, they shall defend themselves n say
    Don’t judge me. You can’t handle half of what i’ve dealt with. 🙄some hate me. 🥺some hunt me. 🥺some even eat me😭

    What did i do wrong

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s