Markibo

Kalau Anda biasanya butuh sehari tidur selama tujuh sampai sembilan jam, semoga Anda menghayati La vita è bella così seperti saya bahas kemarin. Anda mengejar sesuatu, ada tujuan dalam hidup Anda, tetapi Anda pun punya kemampuan untuk let it go. Kalau secara insidental Anda terpaksa mengurangi atau menambah sedikit jam tidur itu, mungkin teknis manajemen waktu dan prioritas Anda sedikit terganggu sehingga Anda kelelahan mengejar sesuatu itu dan butuh istirahat lebih banyak dari biasanya.

Nah, kalau rerata dalam sehari Anda tidur selama-lamanya hanya empat jam, itu indikasi bahwa Anda punya kelekatan alias attachment terhadap yang Anda kejar dan kemampuan let it go Anda merosot. Kalau rerata dalam sehari Anda menambah waktu tidur sekurang-kurangnya empat jam, kemampuan let it go Anda begitu tinggi sampai tak ada yang Anda kejar dalam hidup ini, atau Anda mengalami sakit kronis. La vita è bella così hanya ada dalam movie atau Kitab Suci atau teori. Dalam keadaan seperti itu, sangat mungkinlah iman dan kepercayaan Anda terganggu.

Kata orang, believing does not mean zeroing one’s sensitivity, but channeling it into a certainty. Ini bukan perkara kepastian doktrin atau ajaran agama di “luar sana”, melainkan perkara “dalam sini” yang sambung dengan kebenaran yang dirujuk doktrin tadi. Mari kembali ke Roberto Benigni yang menawarkan perspektif permainan kepada Joshua. Apakah tawa Joshua melihat ayahnya digiring ke tempat pembantaian muncul dari pengertiannya bahwa Guido akan segera mati? Tidak. Joshua masih ingat bagaimana ayahnya dipaksa ikut dua petugas biro dengan gaya jalan baris-berbarisnya yang jenaka. Ia tertawa.

Maka, bahkan meskipun Joshua tidak mengerti bahwa Guido akan mati, tawanya tidak semu. Ia tak tertipu bahwa pemenang permainanakan mendapat tank sungguhan. Nyatanya, memang Joshua “mendapat” tank sungguhan. Akan tetapi, ini poinnya: kepastian iman dan kepercayaan terletak bukan pada kenyataan bahwa Joshua mendapat tank sungguhan, melainkan pada kenyataan bahwa Joshua menjalani hidupnya dalam perspektif yang disodorkan ayahnya: no matter what, Joshua menang dalam ketekunannya menjalani aturan permainan itu.

Dalam perspektif (permainan) kristiani, namanya mengikuti Kristus. Dalam perspektif lain, tentu namanya berbeda. Akan tetapi, apa pun perspektifnya, yang hendak dirujuk oleh iman dan kepercayaan itu adalah kepastian bahwa “permainan” Allah tidak pernah menempatkan-Nya sebagai sosok yang menginginkan kejahatan, penderitaan, kematian. Sebaliknya, Allah menginginkan ada kebaikan yang tumbuh dari aneka badai dan keributan yang dibuat manusia dan sekongkolannya.

Sayangnya, keinginan itu tidak terwujud dalam diri mereka yang kemampuan let it gonya kebablasěn sehingga minim sense of crisis, seperti disinggung presiden. Akan tetapi, sense of crisis yang berlebihan itu bagaikan para murid dalam teks bacaan hari ini yang ribut dengan diri mereka sendiri tanpa sadar bahwa mereka hidup bersama Allah.
Maka dari itu, salah satu indikator orang hidup bersama Allah ialah bahwa ia bisa tidur cukup. Abaikanlah patokan jam yang saya sodorkan, karena yang penting bukan kuantitas jamnya, melainkan kualitas kesadaran hidup bersama Allah. Semakin berkualitas, semakin sirnalah ketakutan akan kekuatan buruk dalam hidup.

Tuhan, mohon rahmat supaya hidup nyata kami sungguh terpaut pada-Mu. Amin.  


SELASA BIASA XIII A/2
30 Juni 2020

Am 3,1-8;4,11-12
Mat 8,23-27

Posting Selasa Biasa XIII C/2 2016: Njawil Kristus
Posting Selasa Biasa XIII A/2 2014: Dormant God

3 replies

  1. Sebenarnya sangat kontradiksi, contradictio in terminis, ketika mengajak menghayati La vita è bella così lalu tb2 mengajak markibo wakakaka.   Menghayati keindahan hidup dengan tidur #belum habis bernalar dengan premis ini# hihihi ini sbbrnya kocak

    Like

  2. Permisi, …

    Judul itu tb2 mengingatkan pd lagu Nina Bobo…
    Konon, ada misteri melatari lagu ini
    Lagu ini diciptakan sbg pengantar tidur olh seorg ibu u anaknya, yg panggilannya nina
    Lagu yg tanpanya anak itu akn terjaga
    Nina bobo….
    Suatu kala anak itu tb2 sakit keras, segala upaya dilakukan nmn sia2, sakitnya semkn parah
    Satu2nya yg menjd hiburan anak itu adh bila ibunya mendendangkan lagu pengantar tidur itu utknya, dn lagu itu mampu menenangkannya…
    Nina bobo….
    Anak itu akhirnya meninggal
    Sepekan setlh anak itu meninggal, ayahnya merasakn keanehan, krn kerap mendengar istrinya mendendangkan lagu itu
    Nina bobo…..
    Istrinya beralasan bhw ia mendendangkannya krn mendengar suara putrinya berteriak dn dia berupaya menenangkannya dg lagu itu
    Nina bobo….
    Sang istri senantiasa murung dn akhirnya jatuh sakit dn meninggal
    Sang ayah semenjak tinggal sendirian sering merasakan hal aneh seperti mendengar tangis di mlm hr
    Pd suatu mlm, sang ayh terbangun olh tangisan n mendengar suara anaknya di antara tangisan itu
    Papa… mengapa tdk mentanyikan lagu u Nina? #nina panggilan u anknya#
    Hal itu mengganggu pikiran sang ayah dn u menenangkn diri dia sering menyanyikn lagu itu setiap mlm sampai akhir hayatnya…
    Nina bobo….

    Markibo……..

    #ngibrit#

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s