God’s Coming

Andaikan nih ya, minggu depan pandemi usai, Anda masuk kerja seperti sebelum pandemi, dan seminggu sesudahnya dipastikan kiamat, akankah Anda tetap bekerja seperti biasa, atau Anda memilih untuk berhenti bekerja karena tanpa kerja pun Anda masih bisa hidup sampai kiamat?
Kalau Anda memilih berhenti bekerja, apa yang Anda lakukan menjelang kiamat?
Sebagian orang berhenti bekerja, menjual segala miliknya, lalu mengikuti ibadat pujian sepanjang hari sampai hari yang telah ditentukan. Itu masih mending. Sebagian lagi ada yang bunuh diri massal menjelang hari H. Jebulnyagak kiamat-kiamat, tiwas pindah ke alam lain: rest in pain.

Anjuran berjaga-jaga dalam teks bacaan hari ini kiranya tak bersinggungan dengan pengandaian dan peristiwa historis dalam paragraf pertama tadi. Kenapa? Karena di situ nuansa kecemasan atau kekhawatiran lebih dominan. Orang ribut dan sibuk untuk menjawab pertanyaan harus berbuat apa supaya apa. Keselamatan, yang mestinya jadi hal yang menggembirakan, malah jadi hal yang menakutkan, mencemaskan, mengkhawatirkan. Kedatangan Tuhan, apa pun labelnya, yang semestinya jadi momen berahmat, malah jadi momen berkhianat.
Berkhianat gimana toh, Rom, wong malah intensif berdoa kok! Malah bagus kan tadinya rajin berdosa tahu-tahu tekun berdoa karena kedatangan Tuhan?😇

Saya tak mau bertele-tele deh. Ambil contoh saja dari model yang diperingati Gereja Katolik hari ini: Santa Monika. Tindakan berjaga-jaganya bukan perkara bahwa beliau tekun berdoa, melainkan bahwa beliau senantiasa awas sedemikian rupa sehingga doanya senantiasa terhubung dengan kenyataan konkret hidupnya. Suaminya yang suka berjudi, anaknya yang ndugal bukan main, adalah salah satu kenyataan yang dihadapi Santa Monika. Sekurang-kurangnya dalam film mengenai Augustinus, digambarkan bagaimana Santa Monika bergumul dalam doanya, tetapi juga bergumul dalam menghadapi kekerasan hati suami dan anaknya. 

Dengan demikian, berjaga-jaga untuk kedatangan Tuhan bukanlah sikap pasif pasrah menanti atau mengikuti aliran waktu, melainkan sikap aktif untuk menerjemahkan kehendak Allah dalam setiap momen hidup. Dengan begitu, berjaga-jaga malah merupakan upaya untuk menyatakan kedatangan Tuhan.
Tuhan, mohon rahmat supaya kami mampu menunjukkan kehadiran-Mu dalam tutur kata dan perbuatan kami. Amin
.


KAMIS BIASA XXI A/2
Pw S. Monika
27 Agustus 2020

1Kor 1,1-9
Mat 24,42-51

Kamis Biasa XXI B/2 2018: Berpelukan
Kamis Biasa XXI C/2 2016: Just In Case

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s