Mengapa tong kosong berbunyi nyaring? Karena tong kosong itu berisi udara, yang memungkinkan resonansi suara terdengar lebih cethar membahana. Loh, berarti bukan tong kosong dong ya, wong ada isinya?
Hari ini kalender liturgi Gereja Katolik menyodorkan pesta St. Yohanes Penginjil; sosok murid Yesus ring satu yang pernah dibuang ke Pulau Patmos sebelum meninggalnya di Efesus (?). Teks bacaan Injilnya merujuk pada seluk beluk makam kosong, yang bukanlah bukti kebangkitan Yesus.
Jadi, Yesus itu belum tentu bangkit ya, Rom?
Iya betul, bergantung pada Anda dan saya mengartikan kebangkitan yang bagaimana.
Saya tidak percaya bahwa Yesus bangkit dari kubur seperti dinarasikan dalam Kitab Suci tentang Lazarus atau film horor unyu-unyu. Kebangkitannya tetaplah misteri, yang hanya mungkin dikuak, itu pun mungkin tidak 100%, lewat penalaran orang yang percaya, yang salah satunya adalah Yohanes ini.
Yohanes kiranya tahu bahwa makam kosong bukanlah bukti kebangkitan Gurunya, tetapi ia tahu apa yang digaungkan oleh makam kosong itu: Yesus sudah mengalahkan kematian. Nah, persoalannya bagi pembaca zaman now ialah mengurai apa itu ‘mengalahkan kematian’.
Entahlah, mungkin ‘mengalahkan kematian’ itu semacam melawan arus KKN dengan segala kompleksitasnya. Anda tahu maksud saya dengan kompleksitasnya: slogannya pemberantasan korupsi, prosedurnya state capture yang membuat mereka yang terlibat jadi saling sandera atau saling tarik ulur karena perhitungan politik pragmatis.
Mungkin juga ‘mengalahkan kematian’ itu adalah membangun solidaritas dari akar rumput, bukan untuk kudeta, melainkan untuk mempertegas martabat atau harga diri.
Bisa juga ‘mengalahkan kematian’ itu adalah perkara membiasakan diri dengan karakter atau akhlak yang bertumpu pada prinsip dasar relasi sosial yang sehat, yang berseberangan dengan kultur kematian: transaksional, manipulatif, subordinatif, eksploitatif.
Jika Anda pernah berkuasa, mengatasi post-power syndrome itu bisa jadi wujud konkret ‘mengalahkan kematian’ juga.
Anda tentu dapat mengurai dengan konteks hidup masing-masing.
Tuhan, mohon daya hidup untuk mengalahkan kematian. Amin.
PESTA SANTO YOHANES PENGINJIL
(Hari Ketiga dalam Oktaf Natal)
27 Desember 2024, Jumat
Posting 2019: Untung Ada Cinta
Posting 2018: Belajar Melihat
Posting 2017: Klik Share Dong
Posting 2016: Awas Nyangkut
Posting 2014: Akselerasi Cinta
