Collect moments, not things.
-

Part-Time Lover
Jangan tanya kenapa teks bacaan hari ini memicu kemunculan kata ‘sontoloyo’ di kepala saya. Ini memang isinya celaan terhadap orang-orang yang tak mau bertobat: mereka yang tak solider dengan kepentingan bersama, mereka yang cuma cari enak sendiri dan tak mau bertanggung jawab manakala azab datang, mereka yang pura-pura tak sengaja membuang sampah di stasiun nan… Read more
-

Hidup Cuma Sekali Kok
Teks bacaan hari ini mengingatkan saya pada kawan-kawan aktivis mahasiswa di penghujung millenium kemarin, yang salah satunya beberapa hari lalu terpilih sebagai anggota Komnas HAM. Tadinya saya hendak menyampaikan pesan seperti dalam teks hari ini,”Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” Akan tetapi, mungkin pesan seperti itu agak lebay, meskipun kenyataannya benar begitu.… Read more
-

Ciyus?
Kebanyakan persoalan orang tak terselesaikan bukan karena persoalannya memang tak bisa diselesaikan, melainkan karena orang tidak sungguh-sungguh hendak menyelesaikannya. Tak usahlah omong soal political will di skala besar, urusan-urusan sepele sajalah, masalah berlarut-larut karena orang yang punya kewenangan tak sungguh-sungguh menganggap halnya penting dan tak sungguh-sungguh ingin menyelesaikannya. Demikian juga dalam disiplin hidup rohani, orang… Read more
-

Ujungnya Apa
Ini dari tetangga sebelah: Look not upon whether the way is narrow or difficult, but on where it leads. Jelas, kalau cuma lihat landai-curamnya, gampang-susahnya, mulus-terjalnya, orang akan cenderung memilih yang gampang, mulus, dan landai. Akan tetapi, waton memilih jalan yang curam, susah, dan terjal juga bukan jaminan orang sampai ke tujuan. Memang, pada akhirnya orang perlu… Read more
-

Adakah Hal Sepele?
Sudah lama tindakan karitatif bisa dicurigai sebagai modus proselitisme, entah eksplisit atau implisit, entah sporadis atau terstruktur. Konon di Brasil, setiap tahun ribuan orang (atau malah lebih) bermigrasi dari Gereja Katolik ke Gereja non-Katolik dengan berbagai alasan, tetapi salah satunya ialah bahwa kaum marjinal merasa at home dengan Gereja baru mereka. Saya kira hal itu… Read more
-

Search inside Yourself
Dua anak yang dikisahkan dalam perumpamaan teks hari ini sama-sama menggambarkan tendensi korup manusiawi: lebih mendengarkan kepentingan diri sendiri daripada panggilan Allah. Mirip posting kemarin: oga’ ah. Bedanya, yang pertama menutupi tendensi itu dengan jawaban munafik, sedangkan yang kedua dengan spontan menolak permintaan sang ayah. Ya, menuruti kehendak sang ayah itu memang tak enak, bekerja di kebun anggur… Read more
