Collect moments, not things.
-

Setan dalam babi
Apapun agamanya, setiap umat beriman diundang oleh kutipan Kitab Amos ini untuk mawas diri terhadap praktik ibadatnya. Ibadat seharusnya bukan alasan untuk menghindarkan diri dari kewajiban praktis sehari-hari, apalagi yang berkaitan dengan keadilan dan cinta persaudaraan. Tentulah aneh beribadah puasa tetapi sibuk memfitnah orang lain dalam kampanye dan sewajarnya hati orang memberontak jika untuk beribadat… Read more
-

Dormant God
Mengapa jauh lebih banyak orang tidak pikir mengenai Tuhan? Karena pada kenyataannya hidup sehari-hari ini tampak berjalan biasa begitu saja seturut hukum yang sudah tertanam dalam semesta. Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Orang bekerja layak mendapatkan upah dan mereka yang tak bekerja tak mendapat makan. Intervensi Tuhan baru tampak justru kalau hukum… Read more
-

Latihan Doa 28: Perjalanan Hidup Rohani
1. Persiapan Doa (5-15 menit) Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa: – Mzm 23 (Tuhanlah gembalaku) – Kej 12,1-9 (Perjalanan Abraham) – Luk 24,13-35 (Perjalanan murid ke Emmaus) – Mat 10,1-20 (Misi kelompok dua belas murid) Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang… Read more
-

What You Choose Is What You Get
Ada sekelompok orang yang percaya akan cinta pada pandangan pertama, tepatnya: jatuh cinta pada pandangan pertama. Orang seperti ini menantikan masa romantis seperti itu sampai-sampai pada usia tuanya tak juga mendapatkan jodoh. Padahal, sebetulnya semua orang juga tahu bahwa hakikat cinta tidak terletak pada pandangan pertama. Pandangan pertama hanyalah permulaan, dan permulaan cinta tidak harus… Read more
-

Surat Untuk Papa Yang Akan Memilih Prabowo
Originally posted on gitaputridamayana: Ketika ayah kita, satu-satunya ayah kita, memutuskan berseberangan secara politik dengan anak perempuan tertuanya; bagaimana perasaan kita? Sebagai seoarang yang dididik untuk mampu mempertanggungjawabkan konsekuensi pilihannya; ini adalah pukulan berat. Mungkin Anda, para pembaca, sudah mafhum bahwa ayah saya akan memilih Prabowo sebagai presiden, sementara saya akan memilih Jokowi. Tenang, tulisan… Read more


You must be logged in to post a comment.