Collect moments, not things.
-

No Compromise
Points to ponder: Beriman adalah perkara mengambil orientasi atau posisi yang melibatkan totalitas hidup seseorang menuju Allah. Karena total sifatnya, tidak ada kompromi orientasi atau prinsip tauhid ini.Ā Kompromi berarti negosiasi kepentingan, bersifat politis. Kepentingan Allah tak terkompromikan: tinggal pilih ya atau tidak. Jika orang menjawab ‘ya’ terhadap kepentingan Allah, dan memang begitulah beriman, konsekuensinya senantiasa… Read more
-

Antikarat
+ Larangan untuk mengumpulkan harta di bumi itu terdengar aneh, sekurang-kurangnya di telinga saya. Lha wong kita ini tinggal di bumi, mau di mana lagi mengumpulkan harta kalau bukan di bumi, kan? Ini Kitab Suci apa kitab aneh ya?𤠖 Lho itu yang penting nasihat berikutnya, Rom: kumpulkanlah bagimu harta di surga, yang gakĀ bakal dirusak… Read more
-

Kebulusan
Points to ponder: Menjalankan kewajiban agama itu penting, tetapi lebih penting lagi hati yang menggerakkannya. What is essential is invisible to the eye. Ukuran kesempurnaan hukum agama tidak terletak pada aneka (keseragaman) rumusan, gerakan, atau aktivitasnya, tetapi pada apa yang hidup dalam hatinya. Jika hati terisi ketulusan, tak ada ruang untuk kemunafikan dan orang beriman… Read more
-

Logika Baru
Points to ponder: Hukum cinta kepada sesama dapat digambarkan dengan contoh praktis: mendoakan (kebaikan) sesama yang bahkan mencirikan dirinya sebagai persekutor. Hanya dengan praktik seperti ini orang beriman membebaskan dirinya dari insting diskriminatif, insting yang menyumbat cinta Allah kepada seluruh makhluk-Nya. Asumsi praktik doa ini ialah bahwa orang beriman memiliki ketulusan, keikhlasan untuk tidak merenggut… Read more
-

Favorable Moments
Points to ponder: Setiap momen adalah favorable moment jika orang memahami bagaimana seluk beluk kehadiran Yang Ilahi di dalamnya. Favorable moment itu bisa merealisasikan ‘keadilan eksesif’ Allah, yang tak terukur dengan takaran manusiawi belaka. ‘Keadilan eksesif’ Allah ini memungkinkan makhluk beriman mengalami paradoks kehidupan with ease, bukan karena bebal, melainkan karena melihat setiap momen sebagaiĀ favorable… Read more

