Author: romasety
-

Natal Gombal
Kalau agama itu cuma parola atau wacana, seperti sudah disinggung kemarin, orang tentu bisa berdebat tiada habisnya mengenai apa saja. Silakan tilik bagaimana agama-agama membela diri di hadapan rasionalisme, demokrasi, kapitalisme, dan sebagainya. Pasti ada upaya dari agama untuk membela diri bahwa agama cocok dengan rasio, demokrasi, kemanusiaan, dan seterusnya. Dalam…
-

Selamat Ngobrol
Teks bacaan untuk hari ini senantiasa menjadi misteri yang menarik untuk digali. Bukan teks gampang karena bau-bau teologi sudah tercium di situ, dan kalau sudah berbau teologi, biasanya cenderung eksklusif, bahasanya jadi terbatas. Padahal blog ini maunya gak terbatas [lha kok nekad ngambil teks teologis? Lha pancen bacaannya emang gitu kok]. Pribadi yang dirayakan kelahirannya pada tanggal…
-

Rumah Rakyat Nol Persen
Maaf saya tidak bisa bertele-tele untuk posting kali ini. Idenya mirip dengan posting tiga tahun lalu (lha wong bacaannya ya sama), tetapi mungkin baik kameranya digeser sedikit. Kalau Daud berkeinginan membangun bait Allah, dan Allah sendiri yang lebih kompeten dalam membangun rumah-Nya sendiri, kiranya Maria jadi salah satu struktur konstruksi bangunan. Apa konstruksi Maria?…
-

What’s Your Name?
Mungkin ada baiknya juga kalau semua orang di dunia ini diberi nama seperti anak Zakharia yang dikisahkan dalam bacaan hari ini: Yohanes atau Yohana. Misalnya, Yohanes Kliwon, Yohana Legian, Yohanes Poniman, atau Yohana Wahingan. Ini bukan wacana soal baptisan yang dilekatkan pada agama Kristen atau Katolik. Sudah hampir bosan saya…
-

Nobody Loves Me
Pujian dalam bacaan hari ini bisa saja mengundang tanya: kerendahhatian kok dikoar-koarkan. Namanya bukan kerendahhatian dong. Pujian yang didaraskan Maria jelas menunjukkan obralan kerendahhatiannya: segala keturunan akan menyebutnya bahagia. Tapi kata tetangga saya, pada teks asli Yunani ada kata “tepeinós” yang berarti secara literal adalah orang miskin, “bukan siapa-siapa”. Barangkali…
-

Terlambat Buru-buru
Tadi siang saya sudah diingatkan sekretariat kampus bahwa saya belum mengumpulkan dua paper. Sebetulnya bukan diingatkan sih, wong pasti beliaunya yakin bahwa saya ingat akan dua paper yang belum saya tumpuk (padahal cuma numpuk dua paper apa susahnya ya? Tinggal tumpuk aja kan? Kalau perlu di atas tumpukan itu dikasih batu biar gak…